Rabu, 15 Juli 2009

Ketika..

Ketika Cinta Bertasbih,,,,
Melly Goeslaw Feat Amee

Bertuturlah cinta
Mengucap satu nama
Seindah goresan sabdaMu dalam kitabku
Cinta yang bertasbih
Mengutus hati ini
Kusandarkan hidup dan matiku padaMu

Bisikan doaku
Dalam butiran tasbih
Kupanjatkan pintaku padaMu Maha Cinta
Sudah diubun-ubun cinta mengusik resah
Tak bisa ku paksa walau hatiku menjerit

Ketika cinta bertasbih nadiku berdenyut merdu
Kembang kempis dadaku merangkai butir cinta
Garis tangan tergambar tak bisa aku menentang
Sujud syukur padaMu atas segala cinta

Ketika cinta bertasbih....

Subhanalloh..aku hanya mengagumi lagu ini saja, suatu hari ku minta pada seseorang untuk menbluetooth lagu ini, eh tanpa disadari ternyata ada seorang ustad yang berkomentar padaku, emang teh nays udah masanya?...."gubrakkk!!! betapa malunya aku, aku langsung terdiam dan tak berkata sedikitpun.." untungnya orang yang membluetooth bilang gini: ya,,mudah-mudahan aja bu nay cepat-cepat nyusul..he..he... (duh..jadi malu..)

coba kita perhatikan,bait lagu pertama,,bertuturlah cinta, mengucap satu nama.. kira-kira nama siapakah yang pas/patut kita ucapkan? dia yang selalu menerima kita apa adanya, dalam keadaan apapun, tidak pernah menolak, bahkan selalu dan terus mencintai dan menyayangi kita tanpa letih, tanpa mengenal rasa lelah, ataupun mengantuk.. dialah Dia, sang Pemilik Cinta.. Cinta sejati..Cinta hakiki..Cinta yang abadi..Cinta yang selalu bersemi..Cinta suci nan murni, hanya Dia..Cinta Ilahi...(sebut selalulah satu nama dari sekian banyak nama-namaNya yang indah..ya..Alloh..)

Belajar dari cangkir...

CANGKIR YANG CANTIK

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja kesebuah toko souvenir (ehm,,) untuk mencari hadiah ,untuk cucu mereka, kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya.”kau benar,itu cangkir tercantik yang pernah aku lihat”, ujar si kakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu,tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara :
“Terimakasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang di kagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna, namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.
Kemudian ia mulai memutar-mutar hingga aku merasa pusing, Stop!Stop! aku berteriak, tetapi orang itu berkata, “Belum” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop!Sop! Teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku,tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukan aku ke dalam perapian, Panas..Panass!!! teriakku lagi, tapi orang ini berkata, “Belum”.
Akhirnya, ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku berpikir,,ah,,selesailah penderitaanku,Tapi ternyata,,ohh,,”belumm”. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku, asapnya begitu memualkan, sebal rasanya,, Stop,,Stop!!! Aku berteriak.
Wanita itu berkata,”belum”,! Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya, Tolooonnnggg,,,!! Hentikan penyiksaan ini! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang itu tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku,,,dan setelah puas “menyiksaku”, aku dibiarkan dingin.
Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca, aku melihat diriku,,aku terkejut sekali, aku hampir tidak percaya karena dihadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik, dalam hati aku berkata,,wahhh aku cantik sekali,,(ehm,,kade gr), rasanya semua kesakitanku dan penderitaan yang aku lalui menjadi sirna tatkala kulihat diriku.
Subhanallah, ya bisa jadi seperti itulah Alloh SWT membentuk kita, pada saat Alloh membentuk kita tidaklah menyenangkan,sakit,penuh penderitaan, dan banyak air mata,,,tetapi itulah cara Alloh mengubah kita, agar menjadi cantik dan memancarkan kemulyaan-Nya.
Maka, anggaplah sebagai kebahagiaan apabila kita jatuh ke dalam berbagai cobaan, sebab kita tau bahwa ujian menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya ia menjadi sempurna,utuh,dan tak kekurangan suatu apapun.
Apabila kita sedang menghadapi ujian hidup, janganlah berkecil hati karena Alloh SWT sedang membentuk kita. Bentukan-bentukan itu memang menyakitkan, tetapi setelah semua proses itu selasai, kita akan melihat betapa cantiknya Alloh membentuk kita. Wallahua’lam bisshawab,,,