Senin, 09 Agustus 2010

Tangisan wanita yang bertaubat...

Saleh Al-Muri bercerita, bahwa dia pernah melihat seorang perempuan tua memakai baju kasar di Mihrab Daud Alaihissalam.
Perempuan yang telah buta matanya itu sedang mengerjakan sholat sambil menangis terisak-isak. Setelah selesai sholat dia mengangkat wajahnya ke langit dan berdoa :
"Wahai Tuhan Engkaulah tempatku memohon dan Pelindungku dalam hidup. Engkaulah penjamin dan pembimbingku dalam mati. Wahai Yang Maha Mengetahui perkara yang tersembunyi dan rahasia, serta setiap getaran batin tidak ada Raja bagiku selain Engkau yang kuharap dapat menghindarkan bencana yang dahsyat."

Saleh Al-Muri memberi salam kepada perempuan tersebut dan bertanya: "Wahai Ibu! Apa yang menyebabkan hilangnya penglihatanmu?"
"Tangisku yang disebabkan sedihnya hatiku kerana terlalu banyaknya maksiatku kepada-Nya, dan terlalu sedikitnya ingatan dan pengabdianku kepada-Nya. Jika Dia mengampunkan aku dan menggantinya di akhirat nanti, adalah lebih baik dari kedua-dua mataku ini. Jika Dia tidak mengampunkan aku, buat apa mata di dunia tetapi akan dibakar di nereka nanti." Kata perempuan tua itu.

Saleh pun ikut menangis karnasangat terharu mendengar hujjah wanita yang mengharukan itu. "Wahai Saleh! Sudikah kiranya engkau membacakan sesuatu dari ayat Al-Quran untukku. Kerana aku sudah sangat rindu kepadanya." Pinta perempuan itu.
Lalu Saleh membacakan ayat yang artinya: "Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya."
(Al-An'am: 91)

"Wahai Saleh, siapakah yang berkhidmat kepada-Nya dengan sebenarnya?" Kata perempuan itu lalu menjerit kuat-kuat dengan jeritan yang boleh menggoncangkan hati orang yang mendengarnya. Dia jatuh ke bumi dan meninggal dunia seketika itu juga.
Pada suatu malam Saleh Al-Muri bermimpi berjumpa dengan perempuan tua itu dalam keadaan memakai baju yang sangat bagus.

Dalam mimpi tersebut Saleh bertanya: "Bagaimana keadaanmu sekarang?"
Perempuan itu menjawab: "Lebih baik rohku dicabut, aku didudukkan di hadapan-Nya dan berkata: "Selamat datang wahai orang yang mati akibat terlalu sedih kerana merasa sedikitnya khidmatnya kepada-Ku."

Moga saja bulan Ramadhan ini menjadi ajang untuk kita bertaubat dengan sebenar-benarnya, memperbaiki apa-apa yang kurang dan salah, hingga isak air mata kita Alloh gantikan dengan pengampunanNya.amin...

Jumat, 06 Agustus 2010

Ibroh dari Kupu-Kupu

Sekilas Kupu-Kupu

Seseorang menemukan kepompong seeekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul orang itu duduk dan mengamati dalam beberapa jam ketika kupu-kupu itu berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya kupu-kupu itu telah berusaha semampunya dan tidak bisa lebih jauh lagi
Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, ia mengambil sebuah gunting dan memotong kekangan sisa dari kepompong itu. Kupu-kupu itu keluar dengan mudahnya.namun kupu-kupu itu mempunyai tubuh yang gembung dan kecil serta sayap-sayapnya mengkerut.Orang tersebut terus mengamatinya karena ia berharap pada suatu saat sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga akan mampu menopang tubuh kupu-kupu itu yang mungkin akan berkembang
Namun semuannya tidak akan pernah terjadi, kenyataanya kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya dengan merangkak dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Kupu-kupu itu tidak pernah bias terbang
Yang tidak pernah bias kita mengerti dari kebaikan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Allah untuk memaksa cairan dalam tubuh kupu-kupu itu masuk kedalam sayap-sayapnya sedemikian rupa sehingga ia bisa terbang begitu ia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.
Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Allah membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.

Kita memohon kekuatan dan Allah memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita kuat
Kita momohon kebijakan dan Allah memberi kita persoalan untuk diselesaikan.
Kita memohon kemakmuran dan Allah memberi kita otak dan tenaga untuk bekerja
Kita memohon keteguhan hati dan Allah memberi kita bahaya untuk diatasi.
Kita memohon cinta dan Allah memberi kita orang-orang bermasalah utuk ditolong
Subhanallah maha suci Alloh yang memberikan apa-apa yang sebenarnya hambaNya butuhkan meski hal itu tidak hambaNya inginkan/harapkan..

Ngomong-Ngomong Kupu-Kupu

Kita ingat betul bukan, taujih ustad kita KH.Abdullah Gymnastiar tentang kupu-kupu ya..kepompong ramadhan, karna subhanallah tanggal 11 Juli nanti insyaalloh kita sampai di Ramadhan 1431 H, bulan terbaik dimana adanya malam yang penuh kemulyaan..malam seribu bulan, adanya malam diturunkan Al Qur'an, dan masih banyak lagi kisah shiroh didalamnya, Sungguh bulan terbaik yang patut kita syukuri dan kita banggakan...

Alloh telah mewajibkan shaum hanya bagi mereka yang beriman, seperti dalam alqur'an Qs.Al baqarah 183: "hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa, seperti orang-orang sebelummu agar kamu berTaqwa". Subhanallah, perih lapar haus dan masih banyak pernak pernik yang lainnya, yang kadang kalau kita menilai sebelah mata kenapa sich musti shaum?? padahal ada maksud lain yang ingin alloh ajarkan kepada kita hamba-hambaNya, meraih derajat taqwa bukanlah hal yang mudah perlu adanya tempaan dan perlu adanya perjuangan, kata orang sunda mah moal ujug-ujug..

Oleh sebab itu yuks..kita sambut ramadhan ini dengan penuh suka cita, hingga akhirnya alloh takdirkan kita mencium wanginya syurga firdausNya yang penuh dengan kemuliaan...

Saya yakin kita semua sudah siap dalam menyambut bulan kemuliaan ini, namun saya ingin mengingatkan bagi sahabat, barangkali lupa, beberapa persiapan yang harus kita siapkan ketika menjelang shaum ini, yang pertama adalah persiapan jasmani (tubuh dan fisik kita senantiasa dijaga agar selalu sehat dan fit ketika shaum tiba), kedua persiapan ruhani (sejauh mana kita mempersiapkan mental kita, ibadah wajib kita, amalan-amalan sunnah yang lainnya sudah seberapa besar kita siapkan dalam menyambut ramadhan ini), ketiga persiapan ilmu (rasanya kurang jika hanya jasmani dan ruhani, ilmu juga penting karna apa, tanpa ilmunya kita bisa jadi salah sambung, kitapun harus mempelajari seluk beluk apa saja sich yang berkaitan dengan shaum ini), yang keempat yang tak kalah pentingnya yaitu persiapan mal/harta (tak jarang jika harga-haraga naik menjelang shaum ini, oleh sebab itu, kitapun harus menyisihkan sebagian harta kita, terutama dalam menyambut zakat fithroh nanti).

Kita berharap shaumnya kita kali ini menjadi shaumnya Ulat menjadi Kupu-kupu, berubah menjadi pribadi yang jauh lebih baik, bukan shaumnya Ular yang sentiasa berganti kulit baru yang semakin ganas nan mematikan, Naudzubillahi min dzalik...

Marhaban yaa ramadhan...
Nays Hadian and Family, mengucapkan : "Wilujeung shiam, mugia dugi ka kafitrahan nu hakiki sareng aya dina kawilujeungan,kamuliaan salamina..amin.. Hapunten tisadayaning kalepatan lahir sinareng bathin..."