Kamis, 16 September 2010

Sang Pencerah


Melanjutkan..film berikutnya..hem.. setelah bernuansa romantic dangdut, akhirnya rasa laparpun datang, kamipun membeli beberapa roti dan minuman, dan dimasukan ke plastik bekas pop corn saat nonton film tadi,,he,,untuk kedua kalinya ini kayaknya gak usah beli pop corn di luar sana, di dalem bioskop aja dech,, kata aa teh, maklum suasananya lebih rame saat kita akan nonton film yang satu ini... Nach kurang lebih beginilah singkat ceritanya...
Sepulang dari Mekah, Darwis muda (Ihsan Taroreh) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah bid’ah, melalui langgar/surau nya Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah di Mesjid Besar Kauman yang mengakibatkan kemarahan seorang kyai penjaga tradisi, Kyai Penghulu Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) sehingga akhirnya langgar/surau Ahmad Dahlan dirobohkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat. Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda.
Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca) dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring Nidji), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adishwara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga tidak di injak-injak.

Film yang di sutradarai oleh Hanung Bramantio, dan PT Multivision Plus (MVP) Jakarta ini juga didukungan penuh PP Muhammadiyah ini nampaknya banyak mengudang antusias masyarakat untuk melihat dan menonton film ini, banyak dari berbagai elemen yang saya lihat berbondong-bondong antri untuk membeli ticket film ini...
Banyak hikmah yang bisa kita lihat dari film ini, apalagi yang berkaitan dengan perjuangan menegakan syaria't islamiah, yang mungkin mengenal kata tidak mudah goyah, saya mengambil sisi positif dalam film ini,terlepas dari latar muhammadiyah yang melatar belakangi film tersebut, hikmah yang bisa saya ambil adalah salah satunya dimana yang namanya perjuangan itu tidaklah mudah, hanya jiwa-jiwa yang penuh dengan keistiqamahanlah yang akan tetap ada dalam barisan perjuangan tersebut, dan yang lebih menariknya..adalah dimana perjuangan seorang suami itu akan semakin kokoh bila didampingi oleh seorang istri yang selalu menyertai dalam perjuangannya...dalam keadaan apapun sang istri selalu berusaha memberikan yang ia miliki untuk misi dan visi dakwah suaminya, begitupun yang dilakukan oleh Nyi Ahmad Dahlan kepada suaminya, ia tak hanya menemani dan mendukung dakwah suaminya, tetapi ia pun memberikan uang tabungan yang ia miliki.. jadi teringat shirah Shahabiyyah, ummulmukminin Khadijah Ra yang memberikan seluruh yang ia miliki, tidak hanya jiwa dan raga, tapi harta dan segalanya..Subhanallah... Walllahu'alam bis shawab...
Nach...sahabat..lebih seru kayaknya jika kita langsung nonton film yang satu ini...
Afwan!

Dawai 2 Asmara


Setelah mudik ke negeri suami tersayang, tibalah kami di rumah kontrakan tepatnya hari ahad sore kurang lebih jam 17.00 wib, rasa lelah sepanjang perjalanan mudikpun tak terasa, bahkan macet total dari lembang-ciater pun terasa terlupakan, setelah kami tiba dirumah kontrakan yang penuh warna warni itu,hem.. Dihari itu juga kami langsung silaturahim dengan ibu bapa dirumah juga dengan keluarga yang lain,,alhamdulillah..selesai juga..lega rasanya...
Besok kita ngapain yach a? tanyaku seketika pada suamiku, jawabnya besok kita silaturahim ke keluarga yang belum dan...dan...apa lagi yach...he... jalan-jalan ya a? dinda mau nonton!he..pintaku... iya..jawabannya.. dan akhirnya kamipun menyalami keluarga yang belum dan jalan-jalan juga ke bandung...
Jreng..akhirnya sampai juga di BIP, tepatnya pukul 10.45,he..kepagian nampaknya, maklum bioskop juga belum buka, akhirnya mampir dulu di Dream Studio, jeprat..jepret..he...tumben-tumbenan mau di foto,hehe..biasa foto after wedding..he... dan setelah itu beli ticket dech buat nonton,.."Sang Pencerah"...yes.. eh ternyata mulainya jam 15.15, jadi musti nunggu nich.. dari pada nunggu lama mending nonton yang lain..hem... "Dawai 2 Asmara"...hem..ga pa pa kali ya..khan nontonnya juga special sama suami,hehe.. kepanjangan nich ceritanya.. langsung aja dech..kurang lebih beginilah singkatnya...
Film Dawai 2 Asmara ini dibintangi penyanyi dangdut terkenal Rhoma Irama, Ridho Rhoma dan artis Cantik Cathy Sharon. Ridho,yang diperankan oleh Ridho Rhoma, dalam cerita ini sebagai anak dari Rhoma Irama Raja Dangdut, yang sedang menuntut ilmu di negeri seberang , dipanggil pulang oleh ayahnya, untuk melanjutkan perjuangannya, di dunia music dangdut, ayahnya ingin ia memberi “nuansa baru” pada musik asli Indonesia yaitu dangdut dan menjadi revolusioner dalam perubahan dangdut, hingga lahirlah Sonet 2, yang ada benang merahnya dengan Soneta, Grup Besar Dangdut yang dinaungi ayahnya.
Di sisi lain kehidupannya, Ridho dihadapkan pada sebuah pilihan untuk kembali pada Thufa (Cathy Sharon), cinta semasa SMP atau ia akan menyemai cinta baru pada Haura Sydney , mahasiswi Australia yang sedang meriset dangdut. Tapi Thufa pun dihadapkan pada dua pilihan, apakah ia memilih Ridho, cinta lamanya yang belum memberikan kepastian atau Delon cinta yang pasti baginya, karna Delon akan mengajak Thufa bertungan... Namun pada akhirnya..Thufa pun menjatuhkan pilihannya pada Ridho, karna jauh dilubuk hatinya Thufa mengharapkan Ridholah yang mendampinginya...ehem...
Kisah di film ini dibumbui oleh Bruto, yang begitu ngefans berat akan Rhoma Irama, hingga ia pun mati tertembak, pada saat ia berusaha mewujudkan cita-citanya untuk bertemu dan melakukan kesepakatan dengan Rhoma untuk mengadakan konser di daerahnya,,,dengan cara menculik Haura Sidney dan menyuruh Ridho datang,,,(pokoknya ada tegang-tegangnya dikit,he..)
Di film ini pun tak terlepas dari yang namanya musik, ya..musik dangdut..ada beberapa lagu dari Rhoma Irama dan Ridho dalam film yang semakin membubui film ini hingga makin terasa lebih syahdu dan seru,hem... Rasanya sayang jika di lewatkan, saran saya coba di lihat dulu dan ditonton dulu film ini, karna ada beberapa pesan positif yang bisa kita dapatkan, jangan ujug-ujug gak gara-gara melihat background dangdutnya, tapi coba lihatlah lebih dekat dari alur ceritanya...ada hikmah yang bisa kita raih...karna ini bukan film musical atau drama romantis biasa, ada unsur nilai moral yang tertanam didalamnya...hem..jadi coba ditonton ya!!! Biar kita bisa lebih faham akan pesan yang ingin disampaikan melalui film ini...
Alhamdulillah...setelah satu film ini selesai,,lapar juga...he,,, akhirnya saya dan aa..langsung membeli roti dan minum, untuk melanjutkan film berikutnya... Yup... "Sang Pencerah"... Insyaalloh saya posting setelah yang satu ini...hem...
Afwan!