Selasa, 27 April 2010

Bisikan dan Batu

Suatu ketika, ada seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar.

Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat sesuatu yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak itu yang tampak melintas. Aah..., ternyata, ada sebuah batu yang menimpa Jaguar itu. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.

Cittt....ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, di mundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati. Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa. Di tariknya seorang anak yang paling dekat, dan di pojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.

"Apa yang telah kau lakukan!!! Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!!" Lihat goresan itu", teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu. "Kamu tentu paham, mobil baru semacam itu akan butuh banyak ongkos di bengkel kalau sampai tergores." Ujarnya lagi dengan geram, tampak ingin memukul anak itu.

Sang anak tampak ketakutan, dan berusaha meminta maaf. "Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa." Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun. "Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti...."

Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi. "Itu disana ada kakakku. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Aku tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat. Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan.."

Kini, ia mulai terisak. Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu. "Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda? Tolonglah, kakakku terluka, tapi dia terlalu berat untukku."

Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera, di angkatnya anak yang cacat itu menuju kursi rodanya. Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut anak itu. Memar dan tergores, sama seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.

Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja. "Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatanmu." Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.

Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Disusurinya jalan itu dengan lambat, sambil merenungkan kejadian yang baru saja di lewatinya. Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele. Namun, ia memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini. Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat: "Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu."

Saudariku, sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan. Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada waktu buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar?

Tuhan, akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita. Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap ajaran-Nya. Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.

Saudariku, kadang memang, ada yang akan "melemparkan batu" buat kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak. Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita. Wallahu'alam...

semoga cerita ini menjadi hikmah bagi kita semua, amin...
afwan sumbernya saya lupa jadi belum ditampilkan... :)

Sabtu, 24 April 2010

Untukmu Sahabatku...

nasyid maher zein,yang kini sedang kudengar, meskipun aku tak begitu mengerti dengan maksud lagu ini, namun liriknya yang berbunyi: "yaa nabi salam alaika ya rosul salam a'alaika ya habib salam alaika sholawatullah alaika", mampu membuat air mataku menetes, aku teringat sosok rosulullah Saw yang begitu lembut nan penyayang kepada siapapun, termasuk kepada para sahabatnya... subhanallah...

hari ini kulihat langit mendung, menjelang senja ini pun hujan tiba, tak terasa aku terus menangis, di depan komputer ku sembunyikan isak tangisku.. aku benar benar sedih, serasa bagian dari spirit ku hilang, sms nya mampu membuatku terenyuh, jantungku melemah, hatiku sakit, dan akupun tak bisa berbuat apapun selain menangis saja...

surat ini merupakan curahan hatiku teruntuk sahabat perjuanganku disana, ku harap suatu saat dia bisa membacanya,,,

wajah ayumu begitu mempesona...
balutan jilbabmu membuatku tenang..
aku tak pernah takut bila bersamamu..
taukah engkau sahabatku?
bisa bersamamu adalah hal yang menyenangkan bagiku..
kuharap, dimanapun kau berada selalu ingat akan aku..
nasehatmu bak kipas disaat jiwaku panas..
petuah-petuahmu bak air disaat aku merasa sangat haus..
beb (beby) sapaan lembutmu padaku..
cinta, kadang-kadang sich kamu bilang begitu,he..
tapi biar kadang dan jarang..
namun semuanya, bisa membuatku senang..
selain kau kakak kau juga teman yang selalu ada..
saat aku marah, kau selalu cairkan suasana hatiku...
hanya kamu satu-satunya...
yang mengatakan "aku jadi pink kalau lagi marah"he...
kata-kata gombal yang membuatku sedikit reda..he..
sahabatku..maafkan aku...
aku tak bisa apa-apa..
aku memang bukan sahabat yang terbaik untukmu...
aku memang bukan saudari yang tepat bagimu..
disaat kau menangis, aku tak bisa menghiburmu...
disaat kau marah, aku tak bisa mencandaimu...
disaat kau punya masalah , sekali lagi aku pun tak bisa apa-apa,,
kini.. kau akan pergi, jauh dari hidupku?
benarkah itu...???????
tak sayangkah engkau padaku saat ini...
pikirkanlah kembali sejenak...
aku ingin kau tau, bertahanlah disini...
bukankah kita akan berjuang bersama...?
ingatkah engkau sahabatku....
dakwah ini telah menyatukan kita...
kadang aku tak siap dengan perpisahan sementara ini...
ingatkah engkau sahabatku...
disaat kita mempromosikan suatu produk?
aku yang banyak ngomong saat itu, karna menurutmu aku sundaniz abis..
tapi aku tak bisa apa-apa tanpamu saat itu...
aku masih ingat, kamulah yang menunjukan gambar-gambar dan manfaat produk tersebut... kita sales yang kompak bukan?he...
ingatkah sahabatku? saat lelah itu datang...
kita duduk bersama hanya berdua...
dibawah pohon rindang itu..ialah saksinya,he..
eskrim itupun kita makan bersama...he,,
kau selalu tau apa yang ku inginkan...
sementara aku, tak pernah tau apa yang kau inginkan...
maafkan aku sahabatku...
aku belum bisa memenuhi hak-hakmu sebagai sahabat dan saudariku,,,
tapi kau harus tau satu hal...
aku selalu menyayangi...
ana uhibbuki fillah ukhtii,,,
dalam robithohku..wajahmu selalu kusematkan...
aku yakin bahwa alloh sangat akan menyayangi hamba sepertimu...
maafkan aku sahabatku...
maafkan aku saudariku...
maafkan aku...
maafkan aku...
maafkan aku...

sahabatku, terimakasihku atas semua kebaikan yang kau berikan padaku, aku tak kan lupa itu, nasehatmu, doamu adalah hal yang berharga untukku... sahabatku..bagiku engkau tetap yang terbaik, aku mencoba mengerti akan semua yang kau lakukan saat ini, aku berdoa semoga alloh selalu memberimu yang terbaik, sahabatku...jika kau perlu tempat berteduh maka pintu rumahku (orangtua kita) selalu terbuka untukmu, jika kau memerlukan bahu untuk bersandar dan menangis disana,,maka ada aku untukmu... aku tau bahwa tak ada yang sempurna didunia ini, sifat manusia tak selamanya benar dan tak selamanya salah, tapi menurut penghilatanku dibalik satu sisimu yang kurang baik ada jutaan sisi bahkan ribuan sisi kebaikan.. subhanallah ukhti,,, ana belajar banyak hal darimu...

semoga persahabatan dan persaudaraan kita dikekalkan ditaman Syurganya...

Kamis, 22 April 2010

Astagfirullah...

Astagfirullahaladzim...itulah yang saya lafazkan hari ini, ya alloh ampunilah kesalahan hambaMu di hari yang penuh kemuliaan ini, saya baru tersadar setelah saya membaca notebook kecil saya yang berwarna biru, disana ada sebuah coretan singkat yang mana berisi tentang pentingnya beristigfar, kita ketahui bersama, bahwa Rosulullah SAW yang sudah di jamin masuk syurga dan terbebas dari dosa pun masih melafazkan istigfar kurang lebih 70 kali perhari, demi mengagungkan dan bersyukur kepada Robb Nya, Subhanallah...

Lalu apalagi kita, sebagai manusia biasa yang tak luput dari khilaf dan dosa, sudah sepatutnya melafazkan istigfar atas kesalahan yang mungkin kita menyadarinya ataupun tidak kita sadari. Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa ada tiga orang anak manusia yang mengeluhkan permasalahannya kepada seorang ulama yang mereka jadikan sebagai rujukan, mereka bertiga menceritakan masalahnya masing-masing, dimulai dari seorang pertama: dia adalah seorang petani yang selalu merugi, ia tidak bisa optimal dan maksimal dalam mengairi sawahnya, sehingga hasil panennya tidak bagus yang ujung-ujungnya berakhir pada kerugian, ia bertanya pada ulama itu, apa yang harus ia lakukan? lalu ulama itu menjawab: "banyak-banyaklah beristigfar", lalu ia pun keluar, dan datanglah seorang yang kedua, ia bercerita pada ulama itu: saya adalah seorang pengusaha namun bisnis saya selalu gagal dan selalu merugi, lalu apa syaikh yang harus saya lakukan? lalu ulama yang dipercaya itupun menjawab: "banyak-banyaklah beristigfar", dan akhirnya seorang yang kedua itupun keluar, lalu datanglah seorang yang ketiga, pasangan suami istri yang sudah lama menikah namun belum dikaruniai anak/keturunan, merekapun sudah berikhtiar kesana kemari, namun tetap begini adanya, lalu apa yang harus kami lakukan? kata pasangan suami istri tersebut, lalu ulama itupun menjawab: "banyak-banyaklah beristigfar". akhirnya suami istri itupun keluar.

Setelah mereka keluar dari ruangan ulama tadi, mereka bertiga bercengkrama, lalu menceritakan/ berbagi masalah mereka satu sama lain, yang satu bercerita tentang gagalnya pertaniannya karna tak terairi, yang kedua gagal bisnis, yang ketiga belum dikaruniai keturunan, merekapun bertanya tentang jawaban apa dari ulama tadi, setelah mereka bertiga menceritakannya jawabannya yakni "banyak-banyak beristigfar", mereka cukup heran, ko masalah berbeda-beda seperti ini, ko solusinya sama?nampak sebuah pertanyaan bagi mereka, percakapan inipun terdengar oleh ulama tadi, dan ulama tadipun dengan santunnya menjelaskan tentang betapa pentingnya beristigfar, jawaban mereka sesungguhnya telah ada di dalam Al Quran, firman Allah yang maha Agung, yakni dalam QS.Nuh 10-12:

maka aku katakan kepada mereka:" Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, QS. Nuh (71) : 10

niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,QS. Nuh (71) : 11

dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. QS. Nuh (71) : 12

Subhanallah Saudariku, ternyata amat dahsyat makna istigfar itu, sudahkah kita beristigfar hari ini? Mungkin bisa jadi apa yang menimpa kita hari ini, hal yang mungkin kurang kita harapkan bisa jadi buah dari kurangnya kita beristigfar, astagfirullahaladzim... Semoga kita tergolong kepada hambaNya yang pandai bersyukur dan bertaubat atas segala khilaf... amin..