Kamis, 16 Juli 2009

Sesungguhnya; Antara Dua Cinta

Nasyid ini begitu indah, kaya makna, penuh pesona, dan tak ada salahnya jika kita renungkan,,,

Sesungguhnya
Raihan

Sebenarnya hati ini cinta kepada Mu
Sebenarnya diri ini rindu kepada Mu
Tapi aku tidak mengerti
Mengapa cinta masih tak hadir
Tapi aku tidak mengerti
Mengapa rindu belum berbunga

Sesungguhnya walau kukutip
Semua permata di dasar lautan
Sesungguhnya walau kusiram
Dengan air hujan dari tujuh langit Mu
Namun cinta takkan hadir
Namun rindu takkan ber bunga

Kucuba menghulurkan
Sebuah hadiah kepada Mu
Tapi mungkin kerana isinya
Tidak sempurna tiada seri

Kucuba menyiramnya
Agar tumbuh dan berbunga
Tapi mungkin kerana airnya
Tidak sesegar telaga kauthar

Sesungguhnya walau kukutip
Semua permata di dasar lautan
Sesungguhnya walau kusiram
Dengan air hujan dari tujuh langit Mu
Namun cinta takkan hadir
Namun rindu takakan berbunga
Jika tidak mengharap rahmat Mu
Jika tidak menagih simpati
Pada Mu ya Allah

Tuhan hadiahkanlah kasih Mu kepadaku
Tuhan kurniakanlah rinduku kepada Mu
Moga kutahu
Syukurku hanyalah milik Mu


Antara Dua Cinta
Raihan

Apa Yang Ada Jarang Disyukuri
Apa Yang Tiada Sering Dirisaukan
Nikmat Yang Dikecap Baru Kan Terasa Bila Hilang
Apa Yang Diburu Timbul Rasa Jemu
Bila Sudah Di Dalam Genggaman

Dunia Ibarat Air Laut
Diminum Hanya Menambah Haus
Nafsu Bagaikan Fatamorgana
Di Padang Pasir

Panas Yang Membahang Disangka Air
Dunia Dan Nafsu Bagai Bayang-bayang
Dilihat Ada Ditangkap Hilang

Tuhan.. Leraikanlah Dunia
Yang Mendiam Di Dalam Hatiku
Kerana Di Situ Tidak Ku Mampu
Mengumpul Dua Cinta
Hanya CintaMu Ku Harap Tumbuh
Dibajai Bangkai Dunia Yang Kubunuh

La Tahzan....

Sesudah Kesulitan Ada Kemudahan

Mungkin sudah sepatutnya kita ingat-ingat kembali, bahwa sesudah lapar pasti aida kenyang, sesudah dahaga pasti ada segar, sesudah mengantuk pasti ada tidur :), sesudah sakit pasti ada sembuh, setiap penderitaan pasti akan berakhir, dan habis gelap terbitlah terang...

“Alloh pasti akan mendatangkan kemenangan atau mengadakan keputusan yang lain dari sisiNya” (Qs.Al Maidah ;5: 52)

Gembiralah orang yang dirundung kesusahan, karna Alloh akan mendatangkan kemudahan kepadanya, secara mengejutkan, secepat cahaya bagaikan kedipan mata.
Gembiralah orang yang tertimpa bencana, karna Alloh akan mendatangkan pertolongannya dan uluran kasih sayangNya.

Betapapun bertubi-tubinya kesulitan, semuanya pasti akan berakhir, kemudian lenyap untuk tidak kembali, semuanya akan Alloh gantikan dengan manisnya kebahagiaan dan kemudahan,, Subhanalloh..

Bersama tangisan pasti akan ada sebuah senyuman, bersama ketakutan pasti ada keamanan, begitupun bersama kegelisahan pasti akan ada ketenangan..yakinkanlah diri dan hati kita,,selalu,,,

Api tidak dapat membakar Nabi Ibrahim As yang selalu mengesakan Alloh, karena pemeliharaan Robbani telah membukakan jendela yang mengalirkan kesejukan dan membawa keselamatan baginya.
Laut tidak dapat menenggelamkan orang yang pernah diajak bicara langsung oleh Tuhan yang maha pemurah (Nabi Musa As), karna Ia mengatakan dengan suaranya yang kuat dan penuh ketulusan: “sesungguhya Tuhanku akan menyelamatkan dan menunjukan jalan kepadaku”.

Begitupun ketika Rosulullah SAW, ketika berada didalam gua persembunyiannya, beliau menghibur hati sahabatnya (Abu Bakar), maka Alloh sematalah yang bersama mereka berdua, maka turunlah rasa aman,pertolongan, dan ketenangan....

Oleh sebab itu, janganlah kita bersempit dada, sebab mustahil suatu keadaan yang menyengsarakan akan berlangsung terus-menerus tanpa adanya perubahan, Mudah-mudahan Alloh SWT akan memberikan kemudahan kepada kita semua, “sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada kemudahan”
(Qs.Al Insyirah;94:6)

yuks kita mantapkan keyakinan akan hal itu...
(ingatkan aku ya.. :) )