Tampilkan postingan dengan label desaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desaku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Oktober 2009

Petualangan Nays

Aset alam kami yang satu ini nyaris jatuh ke tangan investor asing, tadinya curug ini akan dibuat sebuah lapangan golf..untungnya itu semua tidak terjadi, bayangkan jika itu terjadi selaku warga pribumi mungkin kita akan kesulitan untuk masuk kesana, entah mungkin dengan harga ticket berapa, terimakasih ya Alloh atas semua karunia yang engkau anugerahkan, juga terima kasih kepada Arinda(Alam Rindang Abadan) atas semua bantuan dan kerjasamanya dalam mempertahankan curug ini,nach.. oleh sebab itu kita semua, kemarin tepatnya Ahad 11 Oktober 2009 kita semua rihlah ke Curug Mandala, aku dan kakak sepupuku Aagus dan tehdede, membawa calon jundi jundi baru yang penuh dengan semangat, Fikri (4th), rizal (6th), devi (8th), aang (8th), susi(12th), dengan harapan mereka mencintai alam mereka, menjaga,dan melestarikannya, juga ada harapan jika mereka menjadi seorang investor, menjadi investor yang baik yang tidak merusak alam, dan juga tidak menjadi penebang-penebang pohon, yang menebang secara liar, yang merusak ala ini…

kemarin begitu menyenangkan sekaligus melelahkan, tapi asyik..semua rasa jenuh,bt, dan stress mendadak hilang, aku hanya ingin tersenyum saja,yess.. go to Curug Mandala, yang tepatnya ada di wilayah Panaruban, namun secara geografis, hutannya masih dekat dengan daerah Ciater…yes,,ahad yang yang cerah untuk rihlah..mantap bener… Perjalanan kurang lebih 1jam, dari rumahku kurang lebih 2KM, keponakan-keponakanku cukup kuat, bahkan mereka berjalan dengan penuh ceria..memang sich sempat capek n kehausan namun..alhamdulillah semua bisa dilalui dengan baik, apa lagi setelah jalan-jalan setapak nan terjal itu mampu dilewati dan disambung suara gemuruh air terjun yang indah, rasanya ingin segera sampai,,

Kulihat pemandangan luas menghijau,, jadi tambah semangat meneruskan perjalanan…

















Pasukan pertama,kakak sepupuku Aagus, fikri (putranya), dan Aang (sepupu kecilku juga sudah entah dimana), kami sempat kehilangan jejak, kamipun berteriak, fikri….dimana,,, jalan mana…’terdengar suara, terus ikuti tanda jejak,,(maklum kita semua sudah terasa amat lelah), kita semua ikuti tanda-tanda jejak yang ada ditanah, jujur capek banget rasanya tapi alhamdulillah,, akhirnya aku,teteh dede, susi, rizal,dan n’devi, tiba dan bertemu mereka, rasa capek itu hilang,,suasana tenang disana begitu terasa, terlebih saat curug Mandala 1 ku lihat.. Subhanalloh…indah..rasanya memang tak perlulah aku keliling dunia,,daerah pedalamanpun belum terexplore semuanya…

Rehatlah sejenak…di saung di Curug Mandala 1

















Nach inilah curug Mandala 1,,

















Kitapun ikut berpose disana..he..

















Setelah puas berpose ria disana kitapun melanjutkan perjalanan ke curug Mandala 2,,

















Akhirnya tibalah di curug manda 2,,,

























Kitapun berpose lagi disana..he..
gak apa-apa kali ya..jadi foto model di curug hehe,,,

















Akhirnya kamipun melanjutkan perjalanan untuk pulang,,,,

















Sampai jumpa lagi curug Mandala,,,

















Semoga kau selalu bersahabat dengan kami,,

Yuks,,cintai dan lestarikan alam kita..btw iklan nich bagi anda yang berminat untuk mengunjungi alam diwilayah Ciater dan sekitarnya,,bisa menghubungi ke abufikri_ciater@yahoo.co.id or hubungi ke raihany.1005@gmail.com. Diantos…

Cat:
Anda bisa memilih beberapa tempat berikut ini:
Curug Mandala 1
Curug Mandala 2
Curug Sadim
Curug Cibuntu
Curug Sabuk
Hutan teh (Benalu Asli)

OK…

Sabtu, 30 Mei 2009

Mangga mampir di Ciater

Berikut ini adalah beberapa nama tempat wisata yang ada di wiliyah CIATER,,tak ada salahnya jika ada waklu luang untuk berkunjung dan menikmati pesona alamnya,,wah.. memang luar biasa, subhanalloh, tentunya kamu akan terpesona dech.. :)Benar tau, apa kata Gitta Gutawa "tak perlulah aku keliling dunia,,biarkan kudisini" terus ada apa aja tuch di Ciater..???
yu,,,mari kita tengok:

AIR PANAS CIATER

Sari Ater Hot Spring Resort terletak pada kawasan pegunungan Subang, di kaki gunung Tangkuban Perahu tepatnya di Desa Ciater, Kecamatan Jalancagak Kab. Subang. Obyek wisata ini merupakan salah satu obyek terpopuler di Indonesia. Para wisatawan dapat menikmati sumber mata air panas yang berasal dari kawah aktif Gunung Tangkuban Perahu yang terletak tidak jauh dari obyek wisata Sari Ater. Sumber mata air panas tersebut disajikan dalam bentuk kolam dan kamar rendam dengan desain yang unik, yang tersebar dibeberapa lokasi obyek wisata Sari Ater. Dengan luas areal 30 Ha dan pesona alam khas pegunungan, Sari Ater Hot Spring Resort banyak memberikan fasilitas wisata bagi para wisatawan yang berekreasi bersama keluarga untuk menikmati keindahan alam. Fasilitas wisata yang diberikan kepada para wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata ini diantaranya adalah: 1. Fasilitas resort Sari Ater Hot Spring Resort mempunyai 103 kamar dan bungalow dengan berbagai tipe, lengkap dengan fasilitas ruangannya. 2. Fasilitas olahraga dan adventure Tenis lapangan, basket, volley, put & put mini golf, wahana anak-anak, tea walk, paint ball games, gokart off road, dsb. 3. Fasilitas rekreasi Kolam rendam air panas, perahu dayung, lahan perkemahan, kolam pancing, picnic area kerajinan keramik, dsb. 4. Fasilitas restaurant dan bar 5. Fasilitas conference & banquet Jarak dan waktu tempuh kendaraan mobil Subang – Ciater 30 km 40 menit Jakarta – Ciater (via tol Sadang) 185 km 3 jam Jakarta – Ciater (via Puncak) 212 km 5 jam Bandung – Ciater 32 km 45 menit Kawah – Ciater 7 km 15 menit

CIATER SPA DAN GRACIA SPA

Ciater Spa adalah suatu tempat medical dan health centre yang juga memberikan fasilitas wisata sehingga pengunjung dapat melakukan pengobatan secara modern dan canggih untuk merehabilitasi berbagai penyakit sambil berekreasi bersama keluarga. Fasilitas rekreasi yang disediakan antara lain kolam rendam air panas, camping ground, berperahu pada danau buatan serta disediakan juga resort untuk beristirahat. Gracia dapat menjadi alternatif pilihan wisatawan untuk sekedar menikmati keindahan panorama Subang sambil melakukan kegiatan tea walk, jogging track dan berenang bersama keluarga.

CIATER HIGHLAND RESORT

Pusat Pacuan Kuda Ciater terletak dalam kawasan Ciater Highland Resort di tengah perkebunan teh yang menghampar luas. Merupakan salah satu pusat pacuan kuda yang mempunyai fasilitas yang cukup lengkap bagi para penggemar olahraga berkuda. Fasilitas indoor dengan luas 7000 m2 dan outdoor untuk berlatih kuda juga istal beserta sarana penunjang lainnya yang dapat menampung lebih dari 800 ekor kuda adalah fasilitas yang tersedia disana. Para pengunjung dapat menikmati keindahan pesona alam perkebunan teh baik di dalam kawasan resort ataupun di luar kawasan resort sambil berkuda, cross country ataupun buggy trail adalah aktivitas yang patut dicoba. Selain berkuda, anda dan keluarga juga dapat melakukan kegiatan rekreasi lain dengan memanfaatkan fasilitas sport komplek yang telah dilengkapi dengan restaurant dan karaoke. Kolam renang dengan desain yang unik, tempat bermain anak, camping ground serta tea walk juga dapat dilakukan disana.

Dan Masih Banyak lagi, tempat-tempat yang menyenangkan dan mengagumkan di sekitar Ciater tentunya, ada beberapa curug disekitar Ciater: Curug Cibareubeuy, Curug Sadim, Curug Capolaga, dan beberapa curug yang terpublikasi tentunya.

Tuch,,luar biasakan ciater,,ya,,ciater kecamatan ciater kabupaten subang,,dan doakan pula ya,biar subang..Suka berkemBang..
Jangan ragu tuk datang ke Subang,,diantosnya! :)

Mojang subang..tehnays

Minggu, 24 Mei 2009

Yuks Sundaan,,, :)

Senangnya ketika kudapatkan sebuah blog yang ada sundanya, ya,,I Love sunda, mun teu ku urang rek kusaha deui?? (ya,,kasarnya seperti itu kira-kira), Katanya bahasa sunda kian memudar bahkan mau sampai punah,,innalillahi sungguh tidak aku harapkan, aku orang sunda asli, dan sebagai salah satu mojang sunda aku tidak mau bahasa sunda lenyap ditelan zaman, karna menurutku yang paling berkesan itu bahasa sunda, dan yang paling ok itu bahasa Indonesia dan yang paling istimewa itu bahasa arab,,tau gak? dalam sebuah lirik lagu sunda contohnya:

Bubuy bulan
Bubuy bulan sangray bentang
Panon poe
Panon poe disasate

Unggal bulan,
Unggal bulan abdi teang
Unggal poe,
Unggal poe oge hade

Situ Ciburuy
laukna hese dipancing
Nyeredet hate
Ningali ngeplak caina

Duh eta saha nu ngalangkung
unggal enjing
Nyeredet hate
Ningali sorot socana

subhanalloh sekali lagu itu, tidak pernah lekang di telan waktu, tau gak? maknanya begitu dalam,,masa ada bulan di bubuy (rembulan di kukus disebuah alat perapian tapatnya hawu kalau di sunda mah) tuh kan keren,,rasanya masih bisa bersaing dengan lagu miliknya hijau daun,he..he,,

kadang sedih, terbayang anak-anakku kelak, akan kah mereka bisa berbahasa sunda yang baik, karna orang-orang model sekarang, kayak gengsi githu berbahasa sunda (mudah-mudahan hanya shuudzan saya saja),padahal kalau tidak dimumule/dilestarikan oleh orang sunda mau sama siapa lagi? betul gak? semoga ini menjadi renungan buat kita semua,, masih teringat ketika kelas 6 SD dulu aku pernah ikut lomba pupuh di tingkat kabupaten, meskipun hanya juara harapan aku tetep senang, karna saat itu menyanyikan sebuah lagu sunda yang tak semua orang suka dan bisa,,hemm,,meski sekarang hanya cukup menjadi lagu dirumah saja,,

oh ya, di sunda itu ada pupuh lho,,apaan tuch? yuks..kita pelajari,,

Pupuh merupakan sebuah bentuk puisi tradisional bahasa Sunda yang memiliki jumlah suku kata tertentu di setiap barisnya. Pupuh biasanya dibacakan dengan cara dinyanyikan (nembang) dan dibawakan dalam sebuah pentas drama teatrikal sunda. Terdapat 17 jenis pupuh, masing-masing pupuh memiliki makna dan sifat tersendiri serta digunakan untuk tema cerita yang berbeda.

Berikut adalah jenis-jenis pupuh:
• Asmarandana, bertemakan cinta kasih, birahi
• Balakbak, bertemakan lawak, banyolan
• Dangdanggula, bertemakan ketentraman, keagungan, kegembiraan
• Durma, bertemakan kemarahan, kesombongan, semangat
• Gambuh, bertemakan kesedihan, kesusahan, kesakitan
• Gurisa, bertemakan khayalan
• Jurudemung, bertemakan kebingungan
• Kinanti, bertemakan penantian
• Ladrang, bertemakan sindiran
• Lambang, bertemakan lawak dengan aspek renungan
• Magatru, bertemakan penyesalan
• Maskumambang, bertemakan kesedihan yang mendalam
• Mijil, bertemakan kesedihan yang menimbulkan harapan
• Pangkur, bertemakan perasaan sebelum mengemban sebuah tugas berat
• Pucung, bertemakan rasa marah pada diri sendiri
• Sinom, bertemakan kegembiraan
• Wirangrong, bertemakan rasa malu akan tingkah laku sendiri

Asmarandana
Eling-eling mangka eling
Rumingkang di bumi alam
Darma wawayangan bae
Raga taya pangawasa
Lamun kasasar lampah
Nafsu nu matak kaduhung
Badan anu katempuhan
Eling-eling masing eling
Di dunya urang ngumbara
Laku lampah nu utama
Asih ka papada jalma
Ucap tekad reujeung lampah
Tingkah polah sing merenah
Runtut rukun sauyunan
Hirup jucung panggih jeung kamulyaan

Balakbak
Aya warung sisi jalan rame pisan; citameng
Awewena luas luis geulis pisan; ngagoreng
Lalakina-lalakina los ka pipir nyoo monyet; nyanggereng
Aya warung sisi jalan
Rame pisan ku nu jajan
Tihothat nu ngaladangan
Nu jarajan sukan-sukan

Dangdang
Mega beureum surupna geus burit
Ngalanglayung panas pipikiran
Cikur jangkung jahe koneng
Naha teu palay tepung
Sim abdi mah ngabeunying leutik
Ari ras cimataan
Gedong tengah laut
Ulah kapalang nya bela
Paripaos gunting pameulahan gambir
Kacipta salamina
Hiji basa, hiji bangsa
Basa bangsa, Indonesia
Hiji bangsa, hiji nusa
Nusa tunggal, Nusantara
Seler-seler, suku bangsa
Di wewengkon, mana-mana
Sakasuka, sakaduka
Wujud bangsa, Indonesia

Durma
Moal ngejat sanajan ukur satapak
Geus dipasti ku jangji
Mun tacan laksana
Numpes musuh sarakah
Heunteu niat seja balik
Najan palastra
Mati di medan jurit
Di mamana si penjajah
Pada amarah marudah
Manan kapok anggur gawok
Najan dituyuk diragut
Nagri sadayana
Umumna ngabela
Nyempad rosa, pulitik penjajah
Tapi nu ngajajah
Teu pasrah, teu sadrah
Terus meres, ngahina ngarinah

Gambuh
Ngahuleng banget bingung
Heunteu terang kamana nya indit
Turug-turug harita teh, enggeus burit
Panonpoe geus rek surup
Keueung sieun, aya meong
Hulang-huleng, hulang-huleng
Ngahuleng ngaraga meneng
Hate ratug, tutunggulan
Heunteu terang, kaler-kidul
Turug-turug, turug-turug
Harita teh, enggeus burit
Panonpoe geus rek surup
Keueung sieun aya meong

Gurisa
Hayang teuing geura beurang
Geus beurang rek ka Sumedang
Nagih ka nu boga hutang
Mun meunang rek meuli soang
Tapi najan henteu meunang
Mo rek buru-buru mulang
Rek terus guguru nembang
Jeung diajar nabeuh gambang
Hayang teuing geura beurang
Geus beurang rek ka Sumedang
Nagih ka nu boga hutang
Mun meunang rek meuli soang
Tapi najan henteu meunang
Mo rek buru-buru mulang
Rek terus guguru nembang
Jeung diajar nabeuh gambang

Jurudemung
Mungguh nu hirup di dunya
Ku kersaning anu agung
Ku kersaning anu agung
Geus pinasti panggih
Geus pinasti
Geus pinasti panggih
Jeung dua rupa perkara
Senang paselang jeung bingung
Mungguh hirup di alam dunya
Ku kersaning anu agung
Geus pinasti bakal panggih
Suka bungah jeung kasedih
Dua rupa nu tumiba
Sakabeh jalma di dunya
Senang patumbu jeung bingung
Eta geus tangtu kasorang

Kinanti
Budak leutik bisa ngapung
Babaku ngapungna peuting
Nguriling kakalayangan
Neangan nu amis-amis
Sarupaning bungbuahan
Naon bae nu kapanggih
Ari beurang ngagarantung
Pinuh dina dahan kai
Disarada patembalan
Nu kitu naon ngaranna

Ladrang
Aya hiji rupa sato leutik
Engkang-engkang, engkang-engkang
Sok luluncatan di cai
Ari bangun arek sarupa jeung lancah
Coba teguh masing telik
Eta gambar sidik-sidik
Sato naon kitu wanda
Reujeung dimana ayana

Lambang
Nawu kubang sisi tegal
Nyiar bogo meunang kadal
Nawu kubang sisi tegal
Nyiar bogo meunang kadal
Atuh teu payu dijual
Rek didahar da teu halal
Nawu kubang sisi tegal
Nyiar bogo meunang kadal
Meunang kadal
Atuh teu payu dijual
Rek didahar da teu halal
Da teu halal

Magatru
Majalaya, Ciparay, Banjaran, Bandung
Kopo reujeung Cisondari, Cicalengka, Ujung Berung
Rajamandala, Cimahi
Leles, Limbangan, Tarogong
Sukuna pakepit tilu
Panonna opat harerang
Leumpangna semu nu lesu
Ngalengkah teu bisa gancang

Maskumambang
Hey manusa mana kaniyaya teuing
Teu aya rasrasan
Kawula make disumpit
Naha naon dosa kula
Naha abong-abong teuing
Nasib abdi jadi hewan
Digawekeun beurang peuting
Dirangket taya rasrasan

Mijil
Mesat ngapung putra Sang Arimbi
Jeung mega geus awor
Beuki lila beuki luhur bae
Larak-lirik ninggali ka bumi
Milari sang rai
Pangeran Bimanyu
Aduh Gusti nu Kawasa
Jisim abdi ageung dosa
Pangna abdi gering nangtung
Reh ka sepuh wantun nundung

Pangkur
Seja nyaba ngalalana
Ngitung lembur ngajajah milangan kori
Heunteu puguh nu dijugjug
Balik paman sadaya
Nu timana tiluan semu rarusuh
Lurah begal ngawalonan
Aing ngaran Jayapati
Euleuh itu budak gembul
Awak gembru bayuhyuh gawena kedul
Ukur heuay jeung nundutan
Ka sakola unggal poe kabeurangan
He barudak tong nurutan
Ka nu gembul kokomoan
Bisi kedul jeung ogoan
Awal akhir katempuhan

Pucung
Lutung buntung luncat kana tunggul gintung
Monyet loreng leupas luncat kana pager dengdek
Bajing kuning jaralang belang buntutna
Hayu batur urang diajar sing suhud
Ulah lalawora bisi engke henteu naek
Batur seuri urang sumegruk nalangsa

Sinom
Warna-warna lauk empang
Aya nu sami jeung pingping
Pagulung patumpang-tumpang
Ratna Rengganis ninggali
Warnaning lauk cai
Lalawak pating suruwuk
Sepat pating karocepat
Julung-julung ngajalingjing
Sisi balong balingbing, sisi balungbang
Harta pada nareangan
Harti pada narabahan
Harta harti sarwa guna
Pada bisa mere bukti
Bisa hasil sapaneja
Sok nyumponan cita-cita
Harta harti song mangpaat
Dapon diraksa taliti

Wirangrong
Barudak mangka ngalarti
Ulah rek kadalon-dalon
Enggon-enggon nungtut elmu
Mangka getol mangka tigin
Pibekeleun sarerea
Modal bakti ka nagara
He barudak mangka ngarti
Ulah rek kadalon-dalon
Nungtut elmu jeung pangarti
Masing rajin soson-soson
Pibekeleun hirup tandang
Modal bakti ka nagara
Lemah cai anu urang
Perlu dijaga dibela

wah,,sebagai mojang sunda, kadang aku malu juga, isin oge,,karna tak banyak yang aku kuasai dari pupuh-pupuh itu, kini sudah jarang di perdengarkan diradio-radio sunda malah semakin banyak lagu-lagu sunda yang ngejreng-ngejreng, ya semoga saja mereka, khususnya warga sunda tidak lupa dengan yang satu ini, "pupuh sunda" aku pun harus belajar lagi, karna dari sekian banyak pupuh sunda hanya 5-7 pupuh saja yang aku bisa dan itupun hampir lupa,,
astagfirullah,,
yuks,,wargi-wargi sadaya ti ayeuna mah urang mumule deui bahasa sunda, upami teu kuurang bade kusaha deui,, :)
yu,,ah..