Jumat, 05 Juni 2009

Ajari Aku Bicara


Duh malunya aku, ketika teman-temanku ngajak ngobrol pake bahasa inggris, aku salut sama mereka, teman sekelasku dulu udah ada yang jadi asisten dosen, meski tak banyak hanya sekitar 4 orang dari teman-temanku di smk dulu. Betapa malunya aku,,suatu ketika mereka mengajakku bicara dengan bahasa inggris..aduh,,,araringgis aku untuk mengatakannya, aku gak pd bangets ngomong inggris, jujur gak berani,,semua vocabku hilang, dan lidahku mendadak kaku...

Dulu ketika aku belajar bahasa inggris, seorang guruku mengajariku harus bicara secara fasih githu sehingga aku jadi kagok untuk bicara bahasa inggris,, untuk kata accounting aja aku mengulang beberapa kali, hingga sampai saat ini aku masih ragu untuk bicara dalam bahasa inggris, disamping itu aku sudah kental bangets dengan logat sundaku,,ya,,sundaniz bangets pokoknya,,hehe,,

Tapi alhamdulillah di sekolah tempatku bekerja, ada kursus bahasa inggris, gurunya fun lagi,, mau tidak mau harus ngomong,,heh,,,aku berusaha menggubris rasa takutku dan berusaha ku coba untuk bicara meski entah itu benar atau tidak, yang jelas aku sudah bersyukur ketika aku bisa bicarapun,,,Alloh memang lebih tau mana yang kita butuhkan bukan mana yang kita inginkan,,ya,,tempatku sekarang bukan hanya menjadi sebuah maisyah tapi menjadi sebuah dirasah,,apalagi dirasah islamiyyah,,ya..sungguh luar biasa,,Subhanallah ! Nach ini lah yang sedang terjadi padaku saat ini, aku ingin bicara yang baik dan benar.. Ya Alloh yang maha Kallam..,,,


Ajari Aku Bicara,,

Dalam diamku..
Ajari aku bicara,
Dalam kekakuanku,
Tuntunku tuk bisa berkata-kata,,,

Sulit untuk diutarakan,
Perlu setumpuk keberanian,,
Tak mudah untuk diungkapkan,
Perlu segudang energi kegigihan..

Namun,,selalu ada tersirat cara..
Untukku tuk bisa bicara,,sebaik-baiknya bicara,
Karna jelas tak sama,
Antara diam dan berkata-kata..

Yang Maha berkata dan Bicara,
Ajari aku bicara,,,
Tuntun lidahku berkata sebaik-baiknya kata,
Hingga yang ada, hanyalah sebuah pesona jiwa...

Amin....

Selasa, 02 Juni 2009

Ebiet G. Ade

Kupu-Kupu Kertas

Setiap waktu engkau tersenyum
Sudut matamu memancarkan rasa
Keresahan yang terbenam
Kerinduan yang tertahan
Duka dalam yang tersembunyi
Jauh di lubuk hati
Kata katamu riuh mengalir bagai gerimis

Seperti angin tak pernah diam
Selalu beranjak setiap saat
Menebarkan jala asmara
Menaburkan aroma luka
Benih kebencian kau tanam
Bakar ladang gersang
Entah sampai kapan berhenti menipu diri

Kupu kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu temaram

Membasuh debu yang lekat dalam jiwa
Mencuci bersih dari segala kekotoran
Aku menunggu hujan turunlah
Aku mengharapkan badai datanglah
Gemuruhnya akan
Melumatkan semua kupu kupu kertas

Kupu kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu temaram

Kupu kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu temaram

Kupu kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu temaram