Jumat, 30 Oktober 2009

NI_TM (2)

Sebelum panjang lebar kemana-mana, saya mohon maaf karna baru sempat posting NI_TM ini, selama ini tersibukkan oleh aktivitas dunia, yang sungguh luar biasa melelahkannya, semoga menjadi nilai Ibadah di sisiNya.amin.. NI_TM 2 ini adalah judul posting melanjutkan judul sebelumnya di NI_TM 1 dan NI_TM itu sendiri merupakan kepanjangan dari judul buku yang sedang saya baca sekarang ini, Nikah Itu Tak Mudah.. namun saya ingin menekankan pada antuna semua bukan berarti setelah membaca buku ini, atau sepintas saja dari judul buku ini, niat suci antuna menjadi merosot terseok angin ketakutan, oh,,ternyata tidak mudah ya menikah itu, padahal ada hal yang harus antuna ketahui, meskipun buku ini mungil, justru buku ini bisa membuat kita semakin siap dalam menghadapi sebuah fase yang penuh dengan ujian ini, jangan salah disanapun terdapat banyak keberhanan tentunya. Tidak selamanya PMI itu berarti Penuh Masalah Internal namun bisa menjadi Pondok Mertua Indah,hehe..Dibuku ini pun diceritakan beberapa tokoh yang sukses dalam membangun rumah tangganya,,jadi tunggu apa lagi, bagi antuna yang sudah siap, kenapa musti menuggu lama-lama?(hem..).

Sedikit bocoran saja dari buku, ada 3 hal yang harus disiapkan bagi antuna yang akan segera melangsungkan acaranya tersebut, karna acara yang satu ini merupakan acara yang penuh dengan kesakralan..(btw acara apa mbak..he..), ya,,3hal yang harus disiapkan menuju gerbang berikutnya:

1. Kesiapan Fisik...
tidak mungkin ketika menikah itu dalam keadaan sakit, lemas, loyo, leuleus dsb. justru kesiapan fisik ini sangat penting, eit tunggu dulu bukan berarti hanya harus terlihat lebih cantik atau lebih tampan dari wujud sebelumnya, namun bagaimana kondisi kesehataan kita saat itu, piraku pingsan pas ijab kabul, kan bisa aja mengganggu..ya,,gak), so resepnya adalah makan buah dan sayur, minum air putih, istirahat dan riyadhoh(olah raga)yang cukup.

2. Kesiapan Psikis...
Secara githu dengan menikah kita akan berganti dan berubah secara drastis, dari yang tadinya sendiri kini sudah terikat oleh sebuah tanggung jawab alias amanah yang luar biasa, kalau kita tidak menyiapkan yang satu ini, bisa jadi akad nikah terasa biasa-biasa saja alias gak membekas dalam diri kita. So, salah satu resepnya adalah dengan seringnya sharing dengan orang yang sudah berumah tangga atau dengan banyak membaca buku juga bisa..insyaalloh akan membantu sedikit banyak kesiapan psikis kita,,

3. Kesiapan Ruhani..
Nach yang satu ini tak kalah pentingnya dengan kesiapan-kesiapan sebelumnya, karna menikah itu merupakan setengahnya dari Din, sebuah janji yang sangat kuat ikatannya, yang merupakan pondasi awal untuk ibadah dalam jangka yang amat panjang. Oleh sebab itu, dengan menyempurnakan ibadah, shalat malam, shaum sunnah dan peningkatan ibadah-ibadah lain tentunya insyaalloh,,akan membuat ruh kita semakin mantap..(cie,,,).

Nach itu, yang bisa saya petik dari sekian banyak dari buku ini, tadinya sich pengen nambahin yang buat persiapan itu, yakni 4. Kesiapan Mal/Dana,,he,,tapi malu ah kan udah ada garansi dari Alloh dalam Qs. Annur ayat 32. ye,,Nach sampai disini NI_TM nya mohon maaf atas segala kurangnya,,semoga kita bisa mengambil hikmahnya,,,amin...

catatan :
Nikah Itu Tak Mudah
Oleh : Afifah Afra
Penerbit : Indiva Media Kreasi

Cenays; Cerita Nays

1.turut mengundang..

tadi pagi ibuku, bercerita tentang mimpinya,inilah percakapan kami sebelum diriku terbang menuju kantor tersayang..
Mama : Nays tadi mamah ngimpen
Nays : mimpi apa mah..
Mama : Mama mimpi teh is nikah, katanya bulan rayagung.
Nays : Oh..gitu sambungku..
Mama : terus mama teh beli bahan-bahan kue,berarti ntar kalau dia nikah musti buatin kue kali ya..
Nays : Ya..kali mah..
Mama : tapi mamah jadi gak bisa tidur lagi..
Nays : kenapa mah? mimpi buruk lagi ya?
Mama : Bukan, mamah memikirkanmu..
Nays : (memang ibu yang perhatian), mikirin apa mah..
Mama : Ari nays belum mau nikah? atau udah mau nikah tapi gak berani bilang ke mamah? teman-teman sebayaan kah dah pada nikah, bahkan punya anak..
Nays : hem..hehe..(hanya nyengir)
Mama : Tuh da kamu mah baku, jawab atuh ari mamah bertanya teh,
Nays : tenang mah, selowww,,hehe..
Nenekku datang tiba-tiba dan menyambung percakapan kami..
Nene : Sok atuh lach gera,mempeung uyut aya keneh..
Nays : Iya ya,,engke mah bilih tos al....
Nene : Hehe,.,dasar..
Nays : Habisnya uyut bilang githu, padahalkan yang menentukan kematian itu ALLOH bukan masalah muda atau tua, hem,,,
Mama : Tuh nya banyak undangan teh,,
Nays : Siapa aja mah?
Mama : Ust-Ust, ketua MUI, ketua IRmas, Pak Lurah ya, Ibu Ketua pengajian, Ummahat Nurul Iman, Ummahat di Addakwah, remaja IRmas remaja Korma, walah,,bakalan lumayan banyak,,rieut ogenya,,,
Nays : sekalian aja warga se_desa mah, di HALLO-HALLO!
Mama : Ke ust anu khutbah nikahna sahanya, panggungna dimananya, ondanganna cetak di JalanCagak waenya, Juru masakna wa teteh ajalah, menuna.. terus.. dan.. berikutnya..
Nays : Capcay dech kayak yang mau resepsi satu minggu lagi ajach,hehe..
(belum juga apa-apa sudah rieut dengan hal--hal kecil kayak gini..hehe...)
Bapa : Naon ieu teh? meni riweuh,,ngurus ondangan, tamu ondangan, konsumsi, panggung, iraha tea>> ka urang mana kitu!! pan bapa walina ge,,,
Nays,Mama : Hehe,,,mau tau ajach..
Percakapan kami pun berakhir, sebelum berangkat aku bilang satu hal ke mamah, juru kamera sareung anu nyawerna sakantenan nya mah,he,,he,,

2.Tukang cireng kasep...

ternyata tidak hanya dirumah, sedang menggebu birunya tentang materi munakahat ini, ternyata anak-anakku pun dipengajian cukup memperhatikan aku, secara githu remaja di mesjid yang terbilang sudah rada sepuh (bukan sepuh kali..rada dewasa,he..) itu aku yang belum terexpose berita munakahatnya, sahabat dekatku di mesjid kan sudah ada yang lamar, he,.,tiba-tiba percakapan ini terjadi:

Anak-anakku (Iwan,Iyank,Lili) : Assalamu'alaikum...
Nays : Wa'alaikum salam..
Anak-anak: Kaifa haluk teh?
Nays : Alhamdulillah ana bikhoir..
Anak-anak: Teh, teh Is bade nikahnya?
Nays : Iya atuh..emang kunaon?
Anak-anak: ga..naros weh, teteh iraha?
Nays : kucubit pipinya, eh,,nakal,kok naros nu kieu ka teteh?
Lili : hehe...(dia tertawa aja, tanpa bertanya lagi)
tiba-tiba datanglah anak yang lain, Ati,,
Ati : teh angkat? sarengnya...
Nays : Iya. hayu atuh enggal, teteh siang..
Ati : Nya teh,,
kurang dari 5 menit kami ati sampai di Sekolah,,,
Ati : teh sini geura..(dia menarik lenganku),,coba lihat..(sambungnya)
Nays : Ya,,kenapa,,
Ati : ada mang tukang cireng meni kasep..cirengna oge enak,,
Nays : hehe,,emang kunaon? (dasar anak-anak, polos banget)
Ati : teteh resep teu ka mang cireng?
Nays : Haha...ati kunaon...
Ati : pami resep ke ku ati diwartoskeun...
Nays : gubrakk,,,aku tertawa,,,dan langsung meninggalkannya, teteh berangkat ya,,Assalamu'alaikum,,
Ati : dari kejauhan dia terus memanggilku (teh,,teh,,teteh,,bade moal,,,)
Nays : aku hanya tertawa..dasar anak-anak...thanks ya,,mujahidahku,,,
=tukang cireng kasep????hehe...ada-ada aja=


3.kok banyak nama alias

sebuah percakapan ringan dan hangat memecahkan kesunyian di kantor keuangan, kami sempat ketawa-ketiwi, meringankan beban di kerut-kerut tarangs ini..hem.. ada apakah itu? ternyata, pada saat pengambilan kafalah bulanan kami sempat lieur dan rada bingung dengan nama-nama alias. Kata seorang staf keuangan gini, kok banyak nama alias ya? kami tertawa, bukan nama alias pak, tapi nama samaran,hehe..sambung staf yang satu lagi, lalu muncul lagi, salah pa tapi nama tenar di udara,,he,,,he,, kami pun tertawa bersama, karna sebenarnya nama tersebut nama-nama yang baik tentunya, namun yang membuat kami sedikit bingung adalah nama di slip kafalah itu kadang kita menggunakan nama-nama hijrah tersebut, namun di bsm kita menggunakan nama sesuai ktp, karna sesuai prosedur bsm seperti itu, so jadinya kita suka pabaliut ketika datang ibu a, atau bapa a. nama saya pun rada tersebut, tehnays alias....(hehe...). Berakhirlah nama alias itu, semuanya membuat kami tersenyum ringan dan lepas,,yang jelas apalah arti sebuah nama, tapi sungguh nama itu berarti..(he,,apa_an ya,,)