Tampilkan postingan dengan label materi_tar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label materi_tar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Februari 2012

Love your Job

Tiga Nasehat (agar) Mencintai Pekerjaan



bu mus, sosok guru yang mencintai pekerjaannya


Nach, pagi ini sebelum bekerja saya mendapat taujih morning yang cukup membuat saya meluruskan niat dan menambah energi untuk bekerja hari ini. Yang menjadi pertanyaan adalah, Apakah Anda Mencintai Pekerjaan Anda??? Nach saya senyam-senyum dech, jawabannya tentu saya yang paling tau,he..
Mungkin bisa jadi kita mencintai pekerjaan kita, atau agak mencintai, atau tidak mencintai sama sekali. Berikut ini ada 3 nasehat yang bisa membuat kita agar mencintai pekerjaan yang kita hadapi :

Nasehat yang pertama adalah...
Carilah alasan yang paling logis agar kita mencintai pekerjaan kita, hal ini mampu menjadi irisan yang cukup kuat terhadap hasil kinerja kita. Hal itu bisa saja melalui: adanya fasilitas olahraga di lingkungan kerja kita, hobi atau kegemaran, suasana kerja, pertemanan dan persaudaraan, keluarga, pengalaman atau mungkin petualangan, ilmu dan pendidikan, karier dan masa depan, gaji atau materi, ketenangan jiwa, atau mungkin saja spiritual/keimanan yang kita dapatkan di ruang-ruang kecil meja kerja kita. Kira-kira mungkin hal-hal tersebut yang bisa menjadi pertimbangan kita agar lebih mencintai pekerjaan kita. Kalau memang belum cinta juga, kita simak nasehat yang kedua...

Nasehat kedua...
Mulailah CINTAI pekerjaan anda !
Cintai orang-orang yang ada disana
Cintai suasana dan lingkungan kerja anda
Cintai tempat dan job anda, dan.......
Cintai apa saja-lah yang membuat anda CINTA.. hi..hi..
nach kalau mungkin belum cinta juga,,,maka nasehat ini yang cocok buat kita,,,,

Nasehat ketiga...
Yaahh...tinggal
ber-SABAR-lah...
Karna kita harus meyakini bahwa sejatinya, Alloh SWT memberikan pahala yang luar biasa bagi mereka yang bersabar dan tetap berada dalam kesabarannya. Sesungguhnya Alloh mencintai orang-orang yang sabar....

Jadi, Sudah mulailah anda mencintai pekerjaan anda ?
So, Lets do it now!!!

Minggu, 22 Januari 2012

Pelajaran Cinta

Subhanalloh, di pagi yang indah nan cerah, sebelum saya bekerja selain tilawah terlebih dahulu, ada sebuah taujih dari seorang ust yang membuat saya semakin cerah menghadapi hari ini. Banyak hikmah yang saya dapatkan, yang mudah-mudahan bisa diamalkan dalam kehidupan. amin..


Pelajaran Cinta.....

Memang tidak mudah.
Namun sebuah anugerah.
Yang sangat indah..
Bahkan bernilai ibadah..

Kadang berharap balasan...
Tak jarang inginkan pemberian,
Namun lebih indah bila ulurkan tangan...
Yang mampu satukan angan,,

(he..puisinya dadak-dadakan jadi suatu saat saya edit lagi, insyaalloh..)

Nah,di pelajaran cinta serial ust anis mata ini, ada 3 jenis cinta:

Yang pertama adalah Cinta Misi.
Cinta ini adalah cinta yang suci. cinta yang luhur. cinta yang agung. cinta yang tulus. cinta yang harus ditumbuh kembangkan dalam diri. jangan berharap balasan dari cinta ini. karna cinta ini cinta yang ikhlas memberi dan memberi.
Contoh dari cinta ini adalah seperti cinta para nabi dan rosul kepada ummatnya. cinta para sahabat. cinta para dai, guru kita, ustad-ustadah kita. atau cinta ibu kepada anak-anaknya.dll. Cinta ini sungguh memang luar biasa, hanya memberi dan tak harapkan balasan apapun. Seperti halnya sekarang, ummat muslim yang kurang lebih 1.3 M itu merupakan perjuangan para Nabi dan Rosul juga para sahabat dalam memperjuangkan Islam. sungguh luar biasa memang. Cinta seorang ibu kepada anaknya,tak jarang ada orang tua yang rela bontang-banting untuk kebahagian anaknya,tanpa harapan balasan apapun dari anaknya. tapi ia senang bila melihat anaknya senang. (duh..jadi inget dede... *-* ).
Orang yang memiliki cinta misi dalam hidupnya, ia akan berusaha untuk memberikan apa yang ia punya, tanpa mengharapkan imbalan, ia hidup memberi dan menjadi energi bagi orang lain.

Cinta yang kedua adalah cinta Jiwa.
Cinta ini adalah cinta yang harus selalu segar. dan tak boleh bertepuk sebelah tangan. cinta ini harus berbalas.
contoh cinta ini seperti halnya cinta kepada keluarga, cinta pada pasangan kita (suami/istri), cinta pada sahabat,de-el-el.

Cinta yang ketiga adalah cinta Maslahat.
Cinta inipun sama, cinta yang harus dipupuk dan disirami. karna cinta ini adalah cinta yang maslahat, biasanya atas kesamaan kepentingan atau hubungan kerja bisnis. Jadi harus satu paket, memerlukan kerjasama dan kekompakan didalamnya. Contohnya, sebuah maskapai penerbangan, selain dari sarana dan prasarananya yang baik ia juga harus di dukung oleh sebuah senyuman ramah dari seorang pramugari atau sebuah perusahan telekomunikasi, selain jaringannya yang kuat iapun harus didukung oleh customer service yang memiliki service excellent pula.

Nah..itu tadi taujih yang membuat saya semakin cerah hari ini. Meski banyak ini itu dalam kehidupan yang saya hadapi sekarang. Ya..mencoba tersenyumlah... *-*

Rabu, 26 Mei 2010

Dermawan?

inilah beberapa keterangan yang menerangkan tentang zakat, infak, dan sedekah yang terdapat di dalam Al Quran dan Hadits Rasullah Saw, saya mengcopas dari www.pkpu.or.id, semoga bisa mengingatkan kita semua ya...

I. Ayat-ayat Al Qur'an Tentang Zakat, Infaq, dan Shadaqah

1.QS. Al Baqarah :
Ayat 43 :
Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'.
Ayat 83 :
Dan (Ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil ( yaitu ) : Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.
Ayat 110 :
Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.
Ayat 177 :
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan , akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Ayat 215 :
Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah : "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.
Ayat 245 :
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkah hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.
Ayat 254 :
Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafa'at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.
Ayat 261 :
Perumpamaan (nafkah yang di keluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir, seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siap yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Ayat 263 :
Perkataan yang baik dan pemberian ma'af lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima) Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.
Ayat 264 :
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya' kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu di timpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah ). Maka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
Ayat 265 :
Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.
Ayat 267 :
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Ayat 270 :
Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim tidak ada seorang penolongpun baginya.
Ayat 274 :
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Ayat 276 :
Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah, Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.
Ayat 277 :
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

2.QS. Ali 'Imran :
Ayat 92 :
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.
Ayat 133-134 :
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang di sediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

3.QS. An Nisaa' :
Ayat 38 :
Dan (juga) orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaithan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.
Ayat 77 :
Tidakkah kaamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: "Ya Tuhan Kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.
Ayat 162 :
Tetapi orang-orang yang mendalam ilmu-nya di antara mereka dan orang-orang mu'min, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (al Qur'an), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.

4.QS. Al Maaidah :
Ayat 12 :
Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat di antara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai. Maka barang siapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus".
Ayat 55 :
Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)

5.QS. Al An'aam :
Ayat 141 :
Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanaman-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitu dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

6.QS. Al A'raaf :
Ayat 156 :
Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di hari akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami."

7.QS. Al Anfal :
Ayat 2-3 :
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.

8.QS. At Taubah :
Ayat 5 :
Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ayat 11 :
Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.
Ayat 18 :
Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.
Ayat 58 :
Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (pembagian) zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian daripadanya, dengan serta merta mereka menjadi marah.
Ayat 60 :
Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para pengurus-pengurus (amil) zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak. Orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Ayat 71 :
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta'at kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi raahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Ayat 75 :
Dan di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh."
Ayat 79 :
(orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.
Ayat 99 :
Dan di antara orang-orang araab Badui itu, ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh do'a Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga) Nya; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ayat 103 :
Ambilah zakat dari sebagiaan harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkaan dan mensucikan mereka, dan mendo'alah untuk mereka. Sesungguhnya do'a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Ayat 104 :
Tidakkah mereka mengetahui, baahwasannya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat, dan bahwasannya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?
Ayat 111 :
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralaah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

9.QS. Ar Ra'd :
Ayat 22 :
Dan orang-orang yang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).

10.QS. Ibrahim :
Ayat 31 :
Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: "Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yaang Kami berikan kepada mereka secar sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.
11.QS. Al Israa' :
Ayat 26 :
Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
12.QS. Maryam :
Ayat 31 :
dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.
Ayat 55 :
Dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.

13.QS. Al Anbiyaa' :
Ayat 73 :
Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah.

14.QS. Al Hajj :
Ayat 35 :
(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.
Ayat 41 :
(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang munkar; dan kepada Allah lah kembali segala urusan.
Ayat 78 :
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

15.QS. Al Mu'minuun :
Ayat 1-4 :
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Dan orang-orang yang menunaikan zakat.

16.QS. An Nuur :
Ayat 36-37 :
Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang. Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.
Ayat 56 :
Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan ta'atlah kepada Rasul supaya kamu diberi rahmat.
17.QS. Al Furqaan :
Ayat 67 :
Dan orang-orang yang apaabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian
18.QS. An Naml :
Ayat 1-3 :
Thaa Siin (surat) ini adalah ayat-ayat Al Qur'an dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan, untuk menjadi petunjuk dan berita gembira untuk orang-orang yang beriman. (yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.

19.QS. Ar Ruum :
Ayat 39 :
Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-oarang yang melipat gandakan (pahalanya).

20.QS. Luqman :
Ayat 1-4 :
Alif Laam Miim. Inilah ayat-ayat Al Qur'an yang mengandung hikmah, menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. (yaitu) orang orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adnya negeri kahirat.

21.QS. As Sajdah :
Ayat 15-16 :
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo'a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka

22.QS. Al Ahzab :
Ayat 33 :
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta'atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

23.QS. Saba' :
Ayat 39 :
Katakanlah; "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.

24.QS. Faathir :
Ayat 29 :
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.

25.QS. Yaa Siin :
Ayat 47 :
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Nafkahkanlah sebagian dari rezki yang diberikan Allah kepadamu", maka orang-orang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata."

26.QS. Fush Shilat :
Ayat 6-7 :
Katakanlah: "Bahwasannya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasannya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-(Nya). (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat.

27.QS. Adz-Dzaariyaat :
Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian.

28.QS. Al Hadiid :
Ayat 7 :
Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkaahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.
Ayat 18 :
Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak

29.QS. Al Mujaadilah :
Ayat 13 :
Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

30.QS. Al Munaafiquun :
Ayat 10-11 :
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepadaa salah seorang di antara kamu; lau ia berkata: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapaat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

31.QS. At Taghaabun :
Ayat 16 :
Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta'atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Ayat 17 :
Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa laagi Maha Penyayang.

32.QS. Ath Thalaaq :
Ayat 7 :
Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.

33.QS. Al Haaqqah :
Ayat 30-34 :
(Allah berfirman): "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya." Kemudian masukannlaah di ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.

34.QS. Al Ma'aarij :
Ayat 18 :
Serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya. (maksudnya; orang yang menyimpan hartanya dan tidak mau mengeluarkan zakat dan tidak pula menafkahkannya ke jalan yang benar)Ayat 19 - 25 :
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat. yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya. Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu. Bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta).

35.QS. Al Muzzammil :
Ayat 20 :
Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasannya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.

36.QS. Adh Dhuhaa :
Ayat 10 :
Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya.
Ayat 11 :
Dan terhadap ni'mat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).

37.QS. Al Bayyinah :
Ayat 5 :
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supayaa menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus."

38.QS. Al Maa'uun :
Ayat 7 :
Dan enggan (menolong dengan) barang berguna (enggan membayarkan zakat)

II. Hadits Nabi Tentang Zakat, Infaq dan Shadaqah

39."Amil shadaqah (zakat) yang melakukan tugasnya dengan benar dan ikhlas karena Allah SWT, ia laksana orang yang berperang di jalan Allah, sampai ia kembali lagi kerumahnya." (HR. Ahmad)
40."Selama zakat masih bercampur dengan kekayaan, hanya akan berakibat kerusakan di dalam kekayaan itu sendiri (HR. Imam Ahmad, An Nasai dan Abu Daud).
41."Sesungguhnya kesempurnaan Islam kalian adalah bila kalian menunaikan zakat bagi harta kalian." (HR. Al Bazzar)
42.Saya diperintahkan untuk memerangi manusia kecuali bila mereka mengikrarkan syahadat bahwa Tiada Tuhan Selain Allah ("Laa Ilaha Illallah") apabila mereka sudah mengatakan, maka mereka terpelihara dariku darah mereka dan harta mereka kecuali Hak Islam." (HR. Bukhari Muslim)
43."Siapa yang dikaruniai oleh Allah kekayaan tetapi tidak mengeluarkan zakatnya, maka pada hari kiamat nanti ia akan di datangi oleh seekor ular jantan gundul, yang sangat berbisa dan sangat menakutkan dengan dua bintik di atas kedua matanya lalu melilit dan mematuk lehernya sambil berteriak; saya adalah kekayaanmu, saya adalah kekayaanmu yang engkau timbun-timbun dahulu."
44."Setiap orang muslim wajib bersedekah." (HR. Bukhari)

Sengaja hal ini saya copas semuanya, biar mengingatkan saya secara pribadi, ternyata sudah banyak sekali keterangan yang menganjurkan bahkan mewajibkan kita untuk senantiasa berbagi dengan orang lain, tentu dalam hal kebaikan, islam sejatinya sudah mengajarkan kita untuk senantiasa berlaku derma kepada orang lain, dermawan adalah salah satu celah agar kita terhindar dari sifat tamak dan keegoisan untuk menguasai segala hal sendiri, dermawan ini merupakan refleksi dari kebesaran jiwa dimana lahirnya semangat untuk mendahukan orang lain dari pada dirinya sendiri, ada beberapa hal yang harus kita biasakan agar kita mudah menjadi sebuah sosok yang dermawan, karna menjadi orang yang dermawan bukan lah hal yang mudah tapi juga bukan hal yang sulit jika kita mau melakukannya, karna kita bisa karna biasa... lalu kebiasaan-kebiasaan apa saja yang harus kita lakukan agar kita terbiasa menjadi seseorang yang dermawan, nach berikut adalah beberapa hal yang harus dibiasakan menurut ustad kita, ustad anis mata dalam bukunya:

1. kebiasaan memberi harta
2. kebiasaan mengajarkan ilmu
3. kebiasaan memberikan nasehat
4. kebiasaan membantu secara emosi, baik itu empati, pemaafan, dst
5. kebiasaan membantu secara fisik
6. kebiasaan berkorban untuk kepentingan orang banyak
7. kebiasaan memberi hadiah (min kepada orang yang terdekat)
8. kebiasaan untuk mendoakan kebaikan orang lain
9. kebiasaan mendahulukan orang lain

nach inilah beberapa kebiasaan yang bisa melatih kita untuk menjadi seseorang yang dermawan.
selamat mencoba!

afwan. assalamu'alaikum... senyum :)

Kamis, 22 April 2010

Astagfirullah...

Astagfirullahaladzim...itulah yang saya lafazkan hari ini, ya alloh ampunilah kesalahan hambaMu di hari yang penuh kemuliaan ini, saya baru tersadar setelah saya membaca notebook kecil saya yang berwarna biru, disana ada sebuah coretan singkat yang mana berisi tentang pentingnya beristigfar, kita ketahui bersama, bahwa Rosulullah SAW yang sudah di jamin masuk syurga dan terbebas dari dosa pun masih melafazkan istigfar kurang lebih 70 kali perhari, demi mengagungkan dan bersyukur kepada Robb Nya, Subhanallah...

Lalu apalagi kita, sebagai manusia biasa yang tak luput dari khilaf dan dosa, sudah sepatutnya melafazkan istigfar atas kesalahan yang mungkin kita menyadarinya ataupun tidak kita sadari. Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa ada tiga orang anak manusia yang mengeluhkan permasalahannya kepada seorang ulama yang mereka jadikan sebagai rujukan, mereka bertiga menceritakan masalahnya masing-masing, dimulai dari seorang pertama: dia adalah seorang petani yang selalu merugi, ia tidak bisa optimal dan maksimal dalam mengairi sawahnya, sehingga hasil panennya tidak bagus yang ujung-ujungnya berakhir pada kerugian, ia bertanya pada ulama itu, apa yang harus ia lakukan? lalu ulama itu menjawab: "banyak-banyaklah beristigfar", lalu ia pun keluar, dan datanglah seorang yang kedua, ia bercerita pada ulama itu: saya adalah seorang pengusaha namun bisnis saya selalu gagal dan selalu merugi, lalu apa syaikh yang harus saya lakukan? lalu ulama yang dipercaya itupun menjawab: "banyak-banyaklah beristigfar", dan akhirnya seorang yang kedua itupun keluar, lalu datanglah seorang yang ketiga, pasangan suami istri yang sudah lama menikah namun belum dikaruniai anak/keturunan, merekapun sudah berikhtiar kesana kemari, namun tetap begini adanya, lalu apa yang harus kami lakukan? kata pasangan suami istri tersebut, lalu ulama itupun menjawab: "banyak-banyaklah beristigfar". akhirnya suami istri itupun keluar.

Setelah mereka keluar dari ruangan ulama tadi, mereka bertiga bercengkrama, lalu menceritakan/ berbagi masalah mereka satu sama lain, yang satu bercerita tentang gagalnya pertaniannya karna tak terairi, yang kedua gagal bisnis, yang ketiga belum dikaruniai keturunan, merekapun bertanya tentang jawaban apa dari ulama tadi, setelah mereka bertiga menceritakannya jawabannya yakni "banyak-banyak beristigfar", mereka cukup heran, ko masalah berbeda-beda seperti ini, ko solusinya sama?nampak sebuah pertanyaan bagi mereka, percakapan inipun terdengar oleh ulama tadi, dan ulama tadipun dengan santunnya menjelaskan tentang betapa pentingnya beristigfar, jawaban mereka sesungguhnya telah ada di dalam Al Quran, firman Allah yang maha Agung, yakni dalam QS.Nuh 10-12:

maka aku katakan kepada mereka:" Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, QS. Nuh (71) : 10

niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,QS. Nuh (71) : 11

dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. QS. Nuh (71) : 12

Subhanallah Saudariku, ternyata amat dahsyat makna istigfar itu, sudahkah kita beristigfar hari ini? Mungkin bisa jadi apa yang menimpa kita hari ini, hal yang mungkin kurang kita harapkan bisa jadi buah dari kurangnya kita beristigfar, astagfirullahaladzim... Semoga kita tergolong kepada hambaNya yang pandai bersyukur dan bertaubat atas segala khilaf... amin..

Senin, 29 Maret 2010

Ada Salam...

Iqrois salam.. Ucapkanlah salam, itulah sepenggal kata penuh makna yang anak-anak kecilku ucapkan, mulut mungilnya masih terbayang dan terlihat manis ketika mereka mengatakannya, "assalamu'alaikum.." sapaan penuh doa, yang tidak ada yang menyamai sapaan ini, ah,,luar biasa, memang sudah sepatutnya kita sebagai muslim yang baik sentiasa menyebarluaskan salam... karna banyak hal yang positif dari salam itu sendiri.

Pentingnya salam;

1.Terdapat dalam alquran tentang pentingnya salam (Qs.An Nur ayat 27)

2.Suatu hal yang dianjurkan oleh Rosulullah Saw
Rosulullah Saw bersabda : "wahai manusia sebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah silaturahmi dan shalatlah ketika manusia lain tengah tertidur, niscaya kamu akan masuk syurga dengan selamat sejahtera". (Hr. At Tirmidzi)

3.Merupakan sunnah para Nabi dan Rosul (hadits riwayat bukhari dan muslim)
Dalam al quran dicerikan kisah nabi Ibrahim As, "(ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan salaaman, Ibrahim menjawab "salaamun"... (Qs. Adz Dzaariyat ayat 25)

4.Merupakan perilaku para sahabat
Dalam shirah, kisah Thufail Bin Ubay bin Ka'ab. (yang pergi ke pasar untuk senantiasa menyebarluaskan salam kepada setiap orang yang ditemuinya, Subhanallah)

Hukum tentang salam;

1.Mengucapkan salam,
hukum mengucapkan salam adalah sunnah yang dikuatkan (sunnah mua'kadah), seperti dalam hadits yang diriwayatkan abu Daud, Rosulullah saw bersabda; "jika seseorang di antara kalian berjumpa dengan saudaranya, maka hendaklah memberi salam kepadanya, jika antara dia dan saudaranya terhalang pepohonan, dinding atau bebatuan kemudian mereka berjumpa kembali maka ucapkan salam kepadanya.

2.Menjawab salam, hukumnya wajib, seperti dalam Qs.Annnisa ayat 86

3.Ucapan salam, seperti dalam hadistnya, rosulullah bersabda; "ini jibril mengucapkan salam kepada kamu, maka aisyah menjawab, wa'alaihissalaam warahmatullahi wabarakaatuh' (hr.bukhari dan muslim)
Idealnya setiap muslim lengkap mengucapkan salam, tapi tetap diperkenankan mengucapkan salam kepada seseorang dengan salam berikut ini:

assalamu'alaikum...
assalamu'alaikum warahmatullah..
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh (lengkap)

4.Ucapan balasan salam, menjawab salam dianjurkan adalah minimal setara dengan ucapan salam yang diucapkan, namun alangkah lebih baik jika jawaban itu malah berlebih. seperti dalam Qs.Annisa ayat 86, contoh, ketika ada yang mengucap salam. "assalamu'alaikum" jawaban yang setara minimalnya adalah "wa'alaikum salam",atau lebih "wa'alaikum salam warahmatullah" atau lebih lengkap "wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakaatuh".

Jumat, 19 Maret 2010

Fenomena Lidah

Sekarang ini kalau kita tidak bahkan kurang bisa menjaganya, aduh bahaya dech dengan yang satu ini, apakah ia, itu lah lidah, yang tajamnya bisa lebih tajam dari pada pedang, bahkan sampai Rosulullah SAW mewanti-wanti kita agar senantiasa menjaga hal yang satu ini, "Qul khoiron auliyasmut", "berkata yang benar atau lebih baik diam", ada benarnya juga bahwa "Diam itu Emas", namun tetap tak sama antara diam dan berbicara, bicara yang haq, mengajak orang lain kepada kebaikan dan mencegah orang lain berbuat keburukan, justru mempunyai point yang beda, ada nilai tambahnya dari pada kita terus-terusan diam.

Lalu apa saja sich, fenomena lidah yang kerap menghiasi kehidupan kita selama ini? ada beberapa hal yang mungkin harus kita hindari dan perbaiki lidah kita dari hal-hal berikut ini:

1.Ungkapan yang tidak berguna
2.Berbicara yang berlebihan
3.Ungkapan yang mendekati kebatilan dan maksiat
4.Berbantahan,bertengkar,dan debat kusir
5.Banyak omong yang berlebih-lebihan ingin mendapatkan haknya
6.Bercanda dan bersenda gurau yang berlebihan/keterlaluan
7.Ungkapan yang menyakitkan/nyeuleukit
8.Melaknat
9.Bernyanyi-nyanyi dan bersyair yang tidak baik
10.Berfasih-fasih dalam berbicara untuk menarik perhatian
11.Membocorkan rahasia
12.Dusta atau berbohong dalam perkataan,janji,dan sumpah
13.Menceritakan keburukan orang lain
14.Sanjungan yang menjerumuskan
15.Menyebutkan hal yang bikin malu/kejelekan yang diceritakan untuk ditertawakan
16.Adu Domba, menghasut
17.Bertanya yang bukan-bukan hingga memberatkan yang menjawabnya

Begitu banyak ternyata, hal-hal yang mungkin bisa membuat kita terjerumus kedalam lembah ketidakbaikan, lalu sudah selayaknya kita sebagai hambaNya, menjauhi hal-hal tersebut,baik itu dengan menjaga mulut kita dari barang-barang yang tidak halal atau bisa jadi menjaga lidah kita agar tidak mengeluarkan kata-kata yang seharusnya tidak dikatakan, dan berdzikir tentu lebih utama, semoga dengan membasahi lidah kita dengan dzikrullah lambat laun lidah kita akan semakin terjaga dan dihapuskan dari segala dosa.amin...

Minggu, 07 Maret 2010

Keberanian

Asy syaja'ah (keberanian) adalah salah satu ciri yang harus dimiliki oleh setiap orang yang istiqamah di jalan Alloh, selain ciri yang lain yakni al ithminan (ketenangan) dan at thafaul (optimisme).

Orang yang senantiasa istiqamah akan diliputi oleh sifat-sifat berani, tenang, dan optimis karena yakin dengan jalan yang ia pegang itu benar dan yakin pula akan dekatnya pertolongan Alloh. Namun bukanlah hal yang mudah menjadi seorang yang istiqamah, karna tentu akan banyak aral melintang bagi orang yang senantiasa teguh pendirian dalam memegang nilai-nilai kebenaran di jalan Alloh, bahkan Alloh pun berfirman agar semua hambaNya beristiqamah seperti dalam surat Hud ayat 112.

Bahkan Rosulullah dan para Nabi dan Rosul sebelumnya pun telah mengajarkan kita betapa pentingnya bersikap istiqamah dalam kebenaran itu, sikap istiqamah dalam kebenaran ini, telah ditunjukannya meskipun harta,jiwa bahkan nyawa menjadi taruhannya, kita bisa membaca shirah perjuangan mereka yang mulia, Nabi Ibrahim yang lebih mencintai RobNya hingga merasa tak takut ketika ia disuguhkan dengan api yang menyala, Nabi Musa yang terus berjuang dan yakin akan pertolongan robNya hingga mampu melalui rasa takut tenggelamnya akan laut merah, bahkan begitu banyaknya shirah Rosulullah Saw yang mungkin telah kita ketahui yang sudah sepatutnya kita renungkan, disamping itu para sahabat dan shohabiyah pun banyak mencontohkan kita begitu pentingnya istiqamah itu, kita bisa ketahui kisah Asiah RA, permaisuri firaun, yang menebus kesucian aqidahnya dengan nyawa, begitupun dengan siti masyithoh dan keluarga yang rela masuk dalam kuali panas demi menjemput kecintaan TuhanNya, sungguh perjuangan yang luar biasa, Subhanallah..

Berani dalam memegang erat kebenaran tentu berbeda jauh dengan sikap nekat, "ngawur", ataupun tanpa pertimbangan/perhitungan yang jelas, melainkan keberanian itu didasari oleh pertimbangan yang matang dan penuh perhitungan karena ingin meraih keridhaan Allah SWT. Lalu sikap seperti apakah yang bisa atau paling tidak bentuk real dari sifat keberanian itu:

1. Memiliki daya tahan yang besar
2. Berterus terang dalam kebenaran
3. Kemampuan menyimpan rahasia
4. Berani mengakui kesalahan
5. Bersikap obyektif terhadap diri sendiri
6. Mampu menahan hawa nafsu ketika marah...

Mungkin itu dari sekian banyak sikap yang bisa kita lakukan dari sekian banyak sikap yang lain, manakala kita ingin mewujudkan asy syaja'ah/ keberanian, sekali lagi...keberanian itu perlu didasari oleh pertimbangan yang matang dan penuh perhitungan dengan tujuan meraih keridhaan Allah SWT, dan untuk itu diperlukan ketekunan,kecermatan dan kerapihan, namun bukan pula karna saking hati-hatinya/ terlalu banyak perhitungan dan pertimbangan sehingga yang ada adalah sebuah ketakutan bukan keberanian...

Jadi,,, berani dalam kebenaran, kamu pasti B I S A.... (bersambung...)

Kamis, 28 Januari 2010

Bagi Mereka yang Bersyukur...

Perjalanan singkatku menuju ke kantor mengajarkanku banyak hal, hari ini langkahku terasa lemah, namun aku malu oleh beberapa ibu dan bapak yang sudah mulai mau bersiap-siap berikhtiar menjemput rizkinya dengan memetik teh, mereka nampak ceria, penuh semangat dan penuh wajah-wajah kesyukuran, meski kurasa cuaca saat itu masih dingin menusuk kulit, ku lihat pula beberapa mang-mang yang berjualan jepit rambut dan lain-lain membawa dagangannya, ku lihat pula seorang mak yang lumayan rada tua membawa dagangannya door to door dengan semangat dan pelayanan primanya yang penuh dengan kesantunan,aku jadi semakin malu, lalu kuayuh langkahku dengan penuh semangat kesyukuran dan energi baru bersama hembusan angin yang wangi dengan seduhan teh hangat perkebunan...ya,,belajar menyusukuri apa yang kita dapatkan hari ini meski terasa berat beban dipundak kita...kumulai tersenyum meski terasa sulit, ku mulai menyapa meski terasa hampa...ya,,dicoba saja, pikirku saat itu. saat ku tundukan wajahku sebari berpikir banyak hal, tiba-tiba ada sebuah suara ku dengar, "assalamu'alaikum teh..", "wa'alaikum salam",jawabku lurus-lurus saja, ia menyambung kata berikutnya, "baru berangkat teh", "iya" jawabku, "teh ada yang bisa dibantu" sambungnya lagi, "haturnuhun, gak ada" jawabku agak teges, ia berkata-kata lagi dan katanya saat ini mampu membuat mataku melihat baju birunya, karna dari tadi yang kulihat hanya sandalnya saja,he,,"teh,,laa tahzan, jangan biarkan mata coklatnya bengkak ya...dengan nada cairnya", langsung saat itu membuat kerut-kerut di dahiku, "siapa juga yang sedih, ini bengkak gara-gara lama di komputer, pliss dech jangan lebai,,(dalam hati sich,he..)", sambungku padanya, eh..ia gak mau kalah..."ada obat kompres dan vitamin mata di saya tapi dirumah,,mau diambilin?"tanyanya, "gak...makasih,,,"sebari ku tinggalkan percakapan singkat itu...mungkin selingan diperjalanku agar tidak terlalu tegang,he..tugasku saat ini adalah meningkatkan semangat lebih baru...belajar bersyukur dan bersabar atas semua kejadian yang akan dan telah dihadapi...

ya.. belajar bersyukur, atas sekecil apapun nikmat yang Alloh takdirkan, mencoba menyelami sebuah kata "dunia memang berputar, ada kalanya kita dalam tempat tertinggi atau bisa jadi di tempat terendah, atau hari ini senang nan bahagia besok bisa jadi bercucuran air mata, ya..itulah nikmatnya kehidupan" Ujian keindahan dan ketidakindahan bisa kita rasakan, yang terpenting adalah belajar mencoba tetap bersyukur dalam kebahagiaan, dan belajar bersabar dalam ketidakbahagiaan, 2 unsur yang penting dalam hidup ini, yakni sabar dan syukur...

bahkan Alloh telah mengingatkan kita sebanyak 19 kali kalau gak salah di dalam surat Ar Rahman, "nikmatnya yang manakah yang akan kau dustakan?" bahkan dalam surat Ibrahim ayat 7 pun yang sudah kita hafalkan, "bila bersyukur Alloh akan menambah nikmatnya, namun bila kufur maka azab yang pedihlah yang akan kita dapatkan"naudzubillahi min dzalik...

Jadi teringat apa yang sudah mba ku sampaikan tentang keutamaan bagi mereka yang senantiasa bersyukur, dalam sebuah artikel di ceritakan bahwa seorang profesor asal virginia,amerika sana, yang bernama profesor Emons menceritakan bahwa amat berbeda antara orang yang senantiasa berterima kasih (bersyukur) dengan orang yang tidak pernah berterima kasih (tidak bersyukur), ada beberapa point keutamaan bagi mereka yang senantiasa bersyukur, diantaranya adalah sebagai berikut...

-ternyata dengan bersyukur akan bisa meningkatkan kecerdasan seseorang,ada salah satu hormon yang terangsang sehingga otak kita akan semakin mudah dalam menerima informasi.

-bisa meningkatkan kualitas kesehatan, ternyata survei yang disengaja ini membuktikan bahwa setiap orang yang senantiasa berterima kasih/ bersyukur terhadap apa yang ia yang dapatkan daya imunitas tubuhnya akan semakin bagus, berbeda dengan mereka yang banyak-banyak mengeluh, hingga lebih banyak mengeluarkan energi sampai-sampai gizi imunnya akan semakin berkurang.

-sudah pasti, bagi mereka yang senantiasa bersyukur akan semakin tinggi tingkat religiusitasnya, nach yang ini yang bisa membuat ruh kita menjadi lebih hidup...mungkin kita bisa merasakan kedekatan yang luar biasa dengan Robb semesta alam ini, manakala kita merasakan sebuah kesyukuran yang dalam, kemahabbahan dan ketha'atan pun akan semakin bertambah.

-mengikis perasaan negatif, dengan begini munculah jiwa-jiwa yang berfikir positif, hem..husnudzan selalu terhadap apa yang kita terima, karna dengan belajar menyukuri kita akan lebih simpati dan peduli kepada orang-orang yang ada dibawah kita, ya,,kepekaan sosial yang semakin tumbuh dalam diri kita, insyaallah...

jadi...yuks sama-sama bersyukur...

Selasa, 12 Januari 2010

Memaknai Kegagalan...

Ternyata memang benar, Alloh mengajarkan banyak hal, ketika kita menghadapi sebuah kegagalan atau lebih tepatnya suatu ketidak berhasilan, saya jadi terenyuh, oleh sebuah tulisan dalam majalah tarbawi, yang berjudul "Selama Tidak Gagal di Mata Alloh SWT", kadang mungkin kita pabaliut, hingga menilai sebuah kesuksesan itu berdasarkan makna dunia atau berdasarkan penilaian manusia. Padahal sejatinya yang berhak menilai tentang kesuksesan sesuatu itu adalah Alloh SWT, dari kegagalan itu kita jadi mengetahui banyak hal:

- kegagalan bisa membuat kita menjadi seseorang yang semakin matang dan lebih dewasa.
- kita akan mengetahui, dimana sisi kurang dan sisi lebih dari diri kita, yang sudah Alloh anugerahkan untuk kehidupan ini.
- kegagalan membuat diri kita ngeh, akan kurangnya dan hinanya juga lemahnya diri kita di hadapan Alloh, jadi kita akan semakin mendekatkan diri kepadaNya, karna Dia lah penggenggam kesuksesan dan keberhasilan.
- dengan adanya kegagalan selain kita semakin dekat dengan Alloh, kita akan semakin menjadi seorang hamba yang mempunyai sifat tawakal, ketawakalan satu hal yang penting dalam hidup ini, sehingga dengan hal itu kita akan semakin mengenal kapasitas diri kita seperti apa.
- dan tanpa kita sadari, menjadi matang,dewasa,mengetahui kurang lebih diri kita, tawakal, dan dekat dengan Robb semesta Alam ini, adalah sebuah nilai kebaikan yang mendapat point tersendiri, jadi kenapa kita merasa rugi ketika kita menghadapi sebuah kegagalan, bahkan tak jarang kita menyalahkan diri kita sendiri atau orang lain atas kegagalan yang kita terima, padahal dibalik semua itu, Alloh telah mengajarkan begitu banyak hal yang baik..

Mungkin ketika kita membaca sebuah shiroh nabawiyyah, yang menceritakan bahwa Nabi Alloh yakni Nabi Yahya AS dan Nabi Zakaria AS, dimana keduanya dibunuh oleh kaumnya, layakkah kita simpulkan sebuah kegagalan? atau mungkin kita bertanya, kenapa Alloh membiarkan 2 orang nabiNya dibunuh dengan cara yang keji oleh kaumnya? saudariku, yakinilah bahwa ini bukanlah bentuk sebuah kegagalan, melainkan sebuah keberhasilan yang dalam bentuk dan cara yang berbeda. Dan hal ini tidak akan mengurangi kemuliaan bagi seorang Nabi Alloh SWT, karna selama kita tetap bekerja, beramal dan melangkah dijalan kebaikan inyaalloh tidak ada yang namanya kegagalan, dan gagal atau berhasilnya kita hanya berdasarkan penilaian Alloh SWT, yang terpenting dari kita adalah berusaha dan berdoa secara optimal, dan apapun hasilnya baik itu gagal atau sukses, bertawakal kepada Alloh..karna Rosullullah SAW telah bersabda, bahwa "sekiranya kalian benar-benar bertawakal kepada Alloh SWT, dengan tawakal yang sebenar-benarnya, sungguh kalian akan diberi rizki (oleh Alloh SWT),sebagaimana seekor burung diberi rizki, ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar, dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang" HR.Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah...

Wallahu'alam...

Kamis, 17 Desember 2009

Selamat Tahun Baru...

Hari ini, jum'at 18 Desember 2009 bertepatan dengan tanggal 1 muharram 1431 H, subhanalloh..inilah tahun baru sesungguhnya, yang sudah sepatutnya kita renungkan bersama, bergantinya tahun ini bukan untuk kita jadikan ajang hura-hura atau berpesta dsb tapi ada hal yang lebih bermakna dari itu, alangkah indahnya jika kita bisa berintrospeksi/bermuhasabah dll, atau bagaimana kita mengambil ibroh/pelajaran dari tahun sebelumnya, yang bisa kita jadikan bahan modal awal untuk memperbaiki di tahun berikutnya, yang mudah-mudahan masih Alloh sempatkan kita merasakannya,,amin...(saya jadi teringat oleh sebuah pupuh sunda yang kaya akan makna,, "ganti taauun..mogaaa..mawaa,,kamajuan..dst", ya,,mudah-mudahan pergantian tahun ini membawa kita kearah yang lebih baik, amin)

Mengingat hari ini, tanggal 1 muharram, dimana ada sebuah shiroh yang tidak mungkin bisa kita lupakan dari memori kita, yakni hijrahnya Rosulullah SAW, dari kota Mekkah ke Yatsrib/ Madinah al munawwaroh..itulah salah satu perintah Alloh..yakni hijrah! yang kurang lebih dalam pikiran saya saat ini, hijrah itu berarti berpindah, baik itu secara ruhani maupun jasmani, berpindah dari lingkungan yang buruk menuju lingkungan yang baik, berpindah dari sifat tercela menuju ke sifat yang terpuji,,bukan sebaliknya.. ya,,sebagai manusia biasa tak ada yang sempurna tentunya, semua manusia sebagai hamba yang tak luput dari dosa, oleh sebab itu tugas kita bukanlah tenggelam dalam kekelaman kesalahan tersebut, melainkan menyadari, memperbaiki, dan menggatinya dengan amalan yang lebih baik, hingga semakin mantaplah kita dengan pribadi-pribadi mujadid (pembaharu) yang senantiasa membawa perubahan kearah yang lebih baik dan senantiasa mengharapkan keridhoan Alloh SWT...

Dengan hijrah ini, jadi teringat sebuah hadits..yang bila kita lihat dibuku hadist arba'in menjadi posisi hadist no.wahid/ hadits paling awal, yakni sebuah hadits yang mengingatkan kita tentang pentingnya makna sebuah niat:

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”. (Muttafaq ‘alaih)

Rasulullah SAW dan para sahabat diperintahkan Allah SWT untuk berhijrah. Motivasi utamanya adalah meraih keridloan Alloh. Menjelang hijrah, kondisi kaum muslim berada pada posisi yang sangat lemah dan teraniaya. Namun, keyakinan mereka akan datangnya kemenangan dan pertolongan Allah tidak pernah sirna. Hal ini disebabkan oleh tebalnya iman mereka kepada Allah SWT. Hal ini karena pokok pertama yang diajarkan Rasulullah SAW jauh sebelum hijrah adalah prinsip keimanan. Bukan saja karena iman kepada Allah merupakan ajaran, tetapi juga karena iman membentengi manusia serta mengantarkan kepada optimisme.

Ada beberapa hal yang bisa kita ambil hikmahnya dari makna hijrah ini, sayapun yakin bahwa antuna sudah bisa mengambil hikmahnya, nach berikut adalah beberapa yang masih saya ingat, dalam hijrah Alloh dan Rosulnya mengajarkan:

1. Ketaatan (atthoa't). Dari peristiwa hijrah ini, terlihat sudah beberapa sahabat yang memiliki ketaatan yang luar biasa, contohnya bisa kita lihat dari kisah-kisah teladannya, seperti halnya abu bakar ash shidiq, ali bin abi thalib dll. inipun membuktikan bahwa begitu berhasilnya rosulullah saw dalam mentarbiyyah (membina) para mutarobbi (binaan)nya, subhanalloh...

2. Pengorbanan (Tadhiyah). Rasulullah SAW mengajarkan bahwa untuk mencapai suatu usaha besar dibutuhkan pengorbanan maksimal dari setiap orang. Rasul sendiri berhijrah dengan segala daya yang dimilikinya, tenaganya, pikiran dan materi, bahkan jiwa dan raga beliau. Ketika akan berhijrah Rasulullah pernah mengajak Abu Bakar, dan kala itu Abu Bakar membeli dua onta satu buat Rasul. Tetapi Rasul tidak mau menerima, dan maunya membeli. Ini wujud pengorbanan yang dicontohkan Rasulullah SAW.

3. Kecintaan (al hub). Rasulullah SAW berangkat hijrah seraya berpesan kepada Ali bin Abi Thalib untuk menggantikan beliau tidur di tempat tidur Rasul. Sehingga dengan hal ini bisa mengelabui kaum kafir saat itu, kecintaaan yang luar biasa tentunya, menggantikan posisi tidur rosullah berarti siap untuk menjemput maut, karna kaum kafir sudah siap sedia membunuh rosulullah. dan ali adalah seorang yang siap mepertaruhkan jiwa dan raga demi membela agama Allah. ini menujukkan betapa seorang ali bin abi thalib mencintai Islam, mencintai Alloh dan Rosulnya..

4. Ketawakalan atas sebuah usaha. Ketika Rasul dikejar dan akhirnya sembunyi di gua Tsur, Abu Bakar sangat khawatir dan gentar. Namun Rasulullah SAW menenangkan dengan mengatakan, "Jangan kuatir dan jangan sedih, sesungguhnya Allah beserta kita".

nach sampai disini dulu sahabatku...
afwan ala kulli hal..

Nays Raihany "pengasuh cahaya mataku" and keluarga mengucapkan selamat tahun baru 1431 H, raih pribadi baru yang jauh lebih baik..

Ma'assalamah..1430 H :)

Rabu, 11 November 2009

aadd

bismillahirrahmanirrahim...

(sebelumnya afwan judulnya aadd, saya bingung nulis judulnya,..ya sudah ini saja, aadd "ada apa dengan dakwah"..)

apa kabar saudaraku hari ini? alhamdulillah luar biasa allohuakbar..itulah jawaban yang ingin saya dengar,hem..entah apa yang terjadi di hari, system uder maintenance..katanya begitu,jadi gak bisa buka e-banking dech, tanpa hal itu saya belum bisa mengerjakan tugas inti hari ini, so disela-sela pekerjaan yang seabreg-abregnya coba aja menulis apa yang sedang ada dipikiran saya, jiwa saya memang dikantor, tapi ruh saya setengah2, dikantor setengah diluar kantor setengah pula, mesjid nurul iman melambai2 dan terus terbayang-bayang dalam pikiran saya, pengajian anak-anak yang makin surut saja dari peredaran, meski masih berjalan, namun muridnya hanya ada segelintir saja, jadi teringat laskar pelangi, kini murid di mesjid anak-anak hanya sekitar 10-15 orang, sedangkan dulu hampir sekitar 65-70 orang, sampai mesjid penuh, berdesak-desakan bahkan suara saya pun hampir sering serak..tapi itu dulu..sedih rasanya,, sekarangpun ibu-ibu yang saya binaan (maksudnya yang ibu-ibu yang bareng2 ngaji sama saya), kini hanya tinggal 3 orang saja, saya menyebut mereka ibu-ibu almujahidah wal istiqomah (amin), mereka yang membuat semangat saya terus menggebu, mereka cukup bisa saya jadikan alasan untuk pulang, wajah mereka selalu tergambar bahkan mereka menjadi orang-orang yang slalu saya bayangkan dalam robithoh saya, sedih juga mengenai hal ini, dulu ibu-ibu yang mengaji itu sampai 25 orang sekarang hanya 3orang, tapi saya masih bersyukur meskipun mereka tidak ke mesjid dan bersama-sama lagi namun alhamdulillah mereka telah berhasil membaca alquran nulkarim sendiri, iqro 1-6 telah mereka lalui,alhamdulillah, tadinya saya akan menutup pengajian ibu-ibu ini, saya males (jujur), saya cape dan kararagok untuk tiga orang saja, tapi hal itu salah ternyata, dakwah bukan diukur dari banyaknya jama'ah kan?, akhirnya saya coba bertahan dengan 3anak eh 3ibu emas itu, mereka adalah deposit masa depan saya, alhamdulillah meski hanya 3orang namun mereka cukup bisa menunaikan apa yang sudah saya sampaikan, bagi saya keren untuk ibu2 seperti mereka tetap beristiqomah untuk minum dan makan sambil duduk apapun keadaannya, dari mereka saya belajar banyak hal, 3 keistimewaan dari ibu2 tersebut, Nin (lahir tahun 1947) adalah seorang ibu yang selalu qiyamul lail, paling sedikit 5x sepekan (kerenkan!), Ua (lahir tahun 1953) seorang ibu yang paling rajin Dhuha, tiap hari, maklum saja punya warung teh, jadi ambeh laris, sambung nada tawadhunya,,(subhanalloh), dan yang terakhir adalah seorang ibu yang paling cerdas (murid yang paling cerdas namun sering telat,he..kayak aku dulu..hehe...), ibu yang paling zuhud, suaranya serak, dan selain sering duha, qiyamullail, juga yang paling unik beliau rajin shaum daud...subhanalloh..dialah Ma Neneng (lahir 1941), jadi selama ini pengajianku dengan emak-emak ya,,hehe,,unik memang, mereka menjadi energi ruh tersendiri untukku..semoga kami berkumpul kembali di taman SyurgaNya kelak,amin ya robb...

Bahkan yang membuat paling terharu adalah saat UAS tanggal 8 kemarin, pada malamnya, aku minta doa pada mereka (7 Nov) agar semua yang aku kerjakan semuaya dilancarkan dan dimudahkan, dan setelah pulang Uas langsung ke mesjid lagi, mereka menyangka aku tak akan hadir, teteh kan cape? baru pulang ya? iya,,mereka begitu mengkhawatirkan aku, setelah mengaji selesai dan ngobrol sana sini sebari kuucapkan terima kasih atas doa-doa mereka, ternyata..subahanalloh aku menjadi doa spesial di shalat malam mereka, jadi terharu,,teteh,Nin mah gak berdoa apa-apa lagi, tapi khusus malam itu mah doa buat teteh, jadi biar Alloh langsung mengabulkan,Subhanalloh aku tersenyum dan penuh syukur, ketiga ibu itu memang harus diperjuangkan, insyaalloh aku akan selalu berusaha untuk bersama mereka, karna aku yakin dakwah akan tetap hidup..meski hanya 3orang saja, karna tanpa ada orang pun dakwah akan selalu dan tetap hidup...

Lalu apa yang sebenarnya terjadi dengan dakwah ini, kenapa jadi begini, ko jadi surut..(ya,,banyak faktor memang, baik secara intern maupun ekstern), lalu Ada Apa Dengan Dakwah??? sebenarnya dakwah baik-baik saja, namun kondisi ummat lah yang mungkin harus senantiasa diperbaiki dan diperbaharui dari hari ke hari-hari, jadi teringat sebuah materi tentang "Ahwalul Muslim Al Yaum, Problematika Ummat Islam Hari Ini",ditengah-tengah segala kelebihan dan kekurangan ummat hari ini. Ada beberapa kelemahan yang terjadi di ummat ini. Kelemahan-kelemahan itu terkait dengan kapasitas intelektual dan problematika moral. Kelemahan dalam kapasitas intelektual (Al Jahlu). Kelemahan umat Islam yang terkait dengan kapasitas intelektual meliputi:

- Dho'fut Tarbiyah (lemah dalam pendidikan)
Kelemahan dalam aspek pendidikan formal dan informal sangat dirasakan oleh umat Islam masa kini. Jika pendidikan juga pembinaan lemah maka akan terasa sulit ketika akan melahirkan para mujahid dan mujahidah dalam kebangkitan ummat ini.

- Dho'fut Tsaqofah (lemah dalam ilmu pengetahuan)
Sekarang ini makin berkembangan saja ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi umat Islam terasa tertinggal bila dibandingkan umat yang lainnya, ini disebabkan karena wawasan umat Islam yang sempit dan terbatas juga lemah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan ini disebabkan kemauan umat untuk menuntut ilmu sangat rendah. Padahal kalau kita cermati betapa banyaknya hadits yang menerangkan betapa pentingnya ilmu itu, sudah saatnya kita semua bangkit dan memperbaiki semuanya. Teruslah semangat dalam mencari mengajarkan dan mengamalkan ilmu.

- Dho'fut Takhthith (lemah dalam perencanaan-perencanaan)
Tak jarang kita, Ummat muslim kadang tidak memiliki strategi yang jelas. Rencana perjuangannya penuh dengan misteri. Hal tersebut disebabkan umat Islam tidak diproduk dari pembinaan-pembinaan yang baik dan tidak memiliki wawasan ilmu pengetahuan yang memadai.

- Dho'fut Tanjim (lemah dalam pengorganisasian)
Sekarang ini terjadi gerakan-gerakan yang mengibarkan bendera kebathilan, mereka membangun pengorganisasian yang solid sementara umat Islam lemah dalam pengorganisasian sehingga kebathilan akan di atas angin sedangkan umat Islam akan menjadi pihak yang kalah. Sesuai perkataan khalifah Ali ra "Kebenaran tanpa sistem yang baik akan dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisasi dengan baik".

- Dho'ful Amniyah (lemah dalam keamanan)
Sekarang ini kita sudah mulai lengah dalam menjaga keamanan diri dan kekayaan baik moril dan materil sehingga negeri-negeri muslim yang kaya akan sumber daya alam dirampok oleh negeri-negeri non muslim. Begitu pula dengan Iman, umat lslam tidak lagi menjaganya tidak ada amniyah pada aqidah dan dibiarkan serbuan-serbuan aqidah datang tanpa ada proteksi yang memadai.

- Dho'fut Tanfidz (lemah dalam memobilisasi potensi-potensi diri)
Dan ini yang kadang menyelimuti kita, kita sering tidak menyadari bahwa begitu banyak nikmat-nikmat yang Allah SWT berikan dan tidak mensyukurinya. Jika kita mersyukuri segala nikmat Allah dari bentuk syukur itu akan muncul kuatut tanfidz yaitu kekuatan untuk memobilisir diri dan sekarang umat Islam lemah sekali dalam memobolisir diri apalagi memobilisir secara kolektifitas.

Mungkin sekarang kita teringat kembali akan lemahnya kita secara kapasitas intelektual, namun jangan menyerah saudaraku, semua akan bisa kita perbaiki, dengan kesungguhan dan kegigihan juga dengan kuatnya ukhuwah diantara kita, insyaalloh semua akan terkikis...

Kemenangan hanya bagi orang-orang yang senantiasa membela dinNya..amin..

(Sebenarnya postingan ini sudah saya buat dari hari senin lalu, tapi mungkin belum Alloh takdirkan terbit, karna senin sibuk banget..he,,banyak rapat, biasa ibu2 arisan he,,, hari selasa rabu internet gak connect, eh,,hari kamis baru bisa sore-sore..begitulah ceritanya,,padahal saya sudah rindu dengan blog saya ini,he,,tapi ya itu tadi sok sibuk tea, semoga maklum ya,,)