Selasa, 12 Januari 2010

Memaknai Kegagalan...

Ternyata memang benar, Alloh mengajarkan banyak hal, ketika kita menghadapi sebuah kegagalan atau lebih tepatnya suatu ketidak berhasilan, saya jadi terenyuh, oleh sebuah tulisan dalam majalah tarbawi, yang berjudul "Selama Tidak Gagal di Mata Alloh SWT", kadang mungkin kita pabaliut, hingga menilai sebuah kesuksesan itu berdasarkan makna dunia atau berdasarkan penilaian manusia. Padahal sejatinya yang berhak menilai tentang kesuksesan sesuatu itu adalah Alloh SWT, dari kegagalan itu kita jadi mengetahui banyak hal:

- kegagalan bisa membuat kita menjadi seseorang yang semakin matang dan lebih dewasa.
- kita akan mengetahui, dimana sisi kurang dan sisi lebih dari diri kita, yang sudah Alloh anugerahkan untuk kehidupan ini.
- kegagalan membuat diri kita ngeh, akan kurangnya dan hinanya juga lemahnya diri kita di hadapan Alloh, jadi kita akan semakin mendekatkan diri kepadaNya, karna Dia lah penggenggam kesuksesan dan keberhasilan.
- dengan adanya kegagalan selain kita semakin dekat dengan Alloh, kita akan semakin menjadi seorang hamba yang mempunyai sifat tawakal, ketawakalan satu hal yang penting dalam hidup ini, sehingga dengan hal itu kita akan semakin mengenal kapasitas diri kita seperti apa.
- dan tanpa kita sadari, menjadi matang,dewasa,mengetahui kurang lebih diri kita, tawakal, dan dekat dengan Robb semesta Alam ini, adalah sebuah nilai kebaikan yang mendapat point tersendiri, jadi kenapa kita merasa rugi ketika kita menghadapi sebuah kegagalan, bahkan tak jarang kita menyalahkan diri kita sendiri atau orang lain atas kegagalan yang kita terima, padahal dibalik semua itu, Alloh telah mengajarkan begitu banyak hal yang baik..

Mungkin ketika kita membaca sebuah shiroh nabawiyyah, yang menceritakan bahwa Nabi Alloh yakni Nabi Yahya AS dan Nabi Zakaria AS, dimana keduanya dibunuh oleh kaumnya, layakkah kita simpulkan sebuah kegagalan? atau mungkin kita bertanya, kenapa Alloh membiarkan 2 orang nabiNya dibunuh dengan cara yang keji oleh kaumnya? saudariku, yakinilah bahwa ini bukanlah bentuk sebuah kegagalan, melainkan sebuah keberhasilan yang dalam bentuk dan cara yang berbeda. Dan hal ini tidak akan mengurangi kemuliaan bagi seorang Nabi Alloh SWT, karna selama kita tetap bekerja, beramal dan melangkah dijalan kebaikan inyaalloh tidak ada yang namanya kegagalan, dan gagal atau berhasilnya kita hanya berdasarkan penilaian Alloh SWT, yang terpenting dari kita adalah berusaha dan berdoa secara optimal, dan apapun hasilnya baik itu gagal atau sukses, bertawakal kepada Alloh..karna Rosullullah SAW telah bersabda, bahwa "sekiranya kalian benar-benar bertawakal kepada Alloh SWT, dengan tawakal yang sebenar-benarnya, sungguh kalian akan diberi rizki (oleh Alloh SWT),sebagaimana seekor burung diberi rizki, ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar, dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang" HR.Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah...

Wallahu'alam...

Tidak ada komentar: